Al-Islam

Upaya Mencari Ridho Allah Ta’ala

Manakib Syeh Abdul Al-Jailany 5

BIsmilahirrohmaanirrohiim

Alhamdulilahirobbil Alamin

Segala Puji Bagi Allah Tuhan yang menciptakan alam semesta,

Selawat serta salam bagi Rasul yang Mulia, Nabi Agung Muhammad SAW, Nabi Akhir Zaman, yang tidak ada Nabi sesudahNya,

Cerita kali ini tentang seseorang yang menghadap Syeh Hammad Bin Muslim Addabas. Beliau adalah seorang Waly yang sangat disegani di Baghdad. Begitu juga Syeh AbdulQodir pernah berguru kepada beliau. Pada suatu hari ada seorang saudagar yang menghadap Syeh Hammad dan meminta restu karena ia besok akan pergi berdagang dengan beberapa kafilah. Orang tersebut meminta restu dan mohon dido’akan agar dagangannya laris serta mendapat keselamatan di perjalanan

Maka Syeh Hammad pun berkata, kalau engkau pergi berdagang pada tahun ini, maka engkau akan dirampok di tengah jalan, dan barang daganganmu akan dijarah, serta engkau akan dibunuh oleh perampok itu. Oleh karena itu urungkanlah niatmu untuk pergi berdagang tahun ini.

Setelah mendengar berita ini, maka saudagar itupun keluar dari rumah Syeh Hammad dengan perasaan sedih karena barang dagangan yang akan dibawa sudah dipersiapkan semuanya. Ditengah kegundahannya, Saudagar itu bertemu dengan Syeh AbdulQodir Al-Jailany di tengah jalan dan Syeh AbdulQodir menegornya seraya berkata “Mengapa engkau kelihatan sedih?”  maka orang itupun menjawab. “Aku barusaja menghadap Syeh Hammad untuk meminta restu karena besok aku akan pergi berdagang. Tertapi Syeh Hammad tidak mengijinkannya, karena menurut beliau kalau aku berdagang pada tahun ini, maka barang daganganku akan dijarah dan akupun akan dibunuh oleh para perampok yang menjarah daganganku itu. Setelah itu Syeh AbdulQodir  berkata “Pergilah berdagang, Insya Allah daganganmu akan laku dan kamu akan mendapatkan laba yang banyak, serta kamu akan selamat. Semuanya aku yang menanggung.”

Kemudian keesokan harinya pergilah orang itu dengan membawa barang dagangannya. Setelah sampai di tempat yang dituju, maka dagangan yang ia bawa laku terjual habis, dan iappun mendapat laba yang banyak sekali. Karena merasa barang dagangannya telah habis, dan mendapatkan untng yang banyak maka bergegaslah ia pulang ke rumahnya. Dalam perjalanan pulang, ia singgah di suatu pemandian umum,hendak membersihkan diri. Maka iapun meletakkan uang hasil berdagang di gantungan dalam pemandian itu. Setelah selesai mandi dan berwudu, maka ia keluar dari pemandian itu. Uang yang ia bawa tertinggal di gantungan kamar mandi umum.

Karena saking kantuknya setelah dari pemandian maka iapun tertidur. Dalam tidurnya ia bermimpi seakan-akan ada beberapa perampok yang merampas uang dan barang dagangannya. dan salah seorang dari perampok itu sempat mengayunkan pedangnya hingga mengenahi dahinya. Karena merasa kesakitan iapun terbangun dari tidurnya dan mendapati di dahinya terdapat goresan pedang dan mengeluarkan darah karena terluka. Serta merta iapun ingat akan uangnya yang tretinggal di gantungan Kamar mandi umum.

Dengan segera iapun kembali ke pemandian mencari uang yang tertinggal, dan ia dapati uang itu masih tergantung di sana. Maka iapun bersyukur kepada Allah. Dan ketiak pulang sampai di Baghdad ia bingung, akan menghadap Syeh AbdulQodir dahulu atau Syeh Hammad. Ditengah kebingungannya, ia bertemu Syeh Hammad dan Syah Hammad berkata kepadanya “Pergilah menemui Syeh AbdulQodir terlebuh dahulu, yang dengan do’anya engkau yang seharusnya dirampok maka mendapatkan keuntungan yang banyak, dan yang seharusnya engkau terbunuh maka hanya engkau alami di dalam mimpi” Akhirnya Pedagang itu pergi menghadap Syeh AbdulQodir Al-Jailany dan berkata Syeh “Engkau telah bertemu Syeh Hammad, dan sesungguhnya aku telah memohon kepada Allah untukmu agar hartamu yang seharusnya dirampok , maka mendapatkan laba yang banyak. dan dirimu yang seharusnya terbunuh maka Allah jadikan semua itu hanya di dalam mimpi.

Demikian Risalah ini lain kali disambung lagi

Wassalamu’alaikum Wr.Wb.

Kritik Saran ke Mas_harry@telkom.net

 

Agustus 28, 2006 Posted by | Uncategorized | Tinggalkan sebuah Komentar

Manakib Syeh AbdulQodir Al Jailany 4

Bismilahirrohmaanirrohiim

AlhamdulillahiRobbil ‘Aalamiin

Asholatu Wassalamu ‘ala Sayyidil Mursaliin, Sayyidinaa wamaulanaa Muhammadin. Wa’alaa Aaalihi Washohbihi Ajma’iin Amma ba’du

Assalamu’alaikum Wr.Wb.

Akan kami lanjutkan lagi tentang kisah Syeh AbdulQodir Al-Jailany RA.

Pada suatu hari ada seorang ibu yang membawa anaknya menghadap kepada Syeh AbdulQodir Al-Jailany RA. Ibu itu meminta agar anaknya dididik ilmu agama degan baik dan ibu itu berkata kepada Syeh RA. “Sesungguhnya anakku ini sangat mengagumumu, maka terimalah ia sebagai muridmu. Maka Syehpun menerimanya sebagai murid. Kemudian Syeh memerintahkannya untuk bermujahadah atau memerangi hawa nafsu dan menempuh jalan para ulama terdahulu dengan laku perihatin.

Setelah beberapa lama, ibu dari anak itu datang lagi ke Pondok atau kediaman Syeh dengan maksud menjenguk anaknya. Maka iapun mendapati anaknya dalam keadaan kurus kering kulitnya pucat pasi karena kekurangan makan ibu itupun mendapati anaknya sedang makan makanan yang terbuat dari gandum yang berkwalitas rendah. Kemudian ibu itu memasuki rumah Syeh dengan maksud menanyakan keadaan anaknya yang kurus dan kelihatan menderita. Ketika ibu itu masuk rumah Syeh, ibu itu mendapati di samping Syeh AbdulQodir ada sebuah nampan atau tempat makanan yang penuh dengan tulang ayam yang baru saja dimakan. Maka ibu itupun bertanya kepada Syeh, “Wahai Syeh mengapa engkau makan makanan yang lezat yaitu ikan ayam, sedang anakku hanya makan gandum yang berkwalitas rendah. Maka Syehpun meletakkan tangannya di atas tulang ayam tersebut dan berkata “Wahai tulang bangunlah kamu atas ijin Allah Ta’ala yang menghidupkan tulang-tulang yangsudah hancur”. Maka berdirilah tulang tulang yang sudah hancur itu kemudian membentu menjadi seekor ayam jago dan berkokok dengan mengeluarkan suara “Laa Ilaaha IllaLloh Muhammadurrosuululloh Syeh AbdulQodir WaliyuLloh”  yang artinya “Tidak ada Sesembahan selain Allah, Muhammad adalah utusan Allah, Syeh AbdulQodir kekasih Allah”.

Setelah itu Syeh AbduQodir berkata kepada ibu itu “Jika anakmu sudah bisa seperti ini makan makanlah sekehendaknya”

Demikian kisah ini semoga bermanfaat

Wassalamu’alaikum Wr.Wb.

Kritik dan saran ke Mas_Harryy@telkom.net

Wassalamu’alaikum Wr.Wb

 

 

Agustus 19, 2006 Posted by | Uncategorized | Tinggalkan sebuah Komentar

Manakib Syeh AbdulQodir Al Jailany 3

Bismilahirrohmaanirrohiim

AlhamdulillahiRobbil ‘Aalamiin

Asholatu Wassalamu ‘ala Sayyidil Mursaliin, Sayyidinaa wamaulanaa Muhammadin. Wa’alaa Aaalihi Washohbihi Ajma’iin Amma ba’du

Assalamu’alaikum Wr.Wb.

Segala Puji bsgi Allah TUhan semesta alam. yang memberi rahmat kepada hambanya yang beriman. Sholawat dan salam semoga terlimpah kehadirat junjungan kita NAbi Besar Muhammad SAW, beserta keluarganya dan para sahabatnya. Semoga sholawat itu terlimpah jua bagi kita semua amin.

Akan kami lanjutkan beberapa kisah yang penuh hikmah tentang perjalan seotrang kekasih Allah yang mendapat gelar Rajanya Para Waly yaitu Syeh AbdulQodir Al-Jailany RaA.

Pada suatu masa ada seseorang yang beragama Hindu. Entah apa sebabnya orang hindu tersebut menaruh rasa cinta yang besar terhadap Syeh AbdulQodir Al-Jailany RA. Meskipun ia seorang yang beragama Hindu namun kecintaan terhadap Syeh tidak pernah surut. Itu suatu kenaehan kan ? Kebiasaan orang hindu tersebut setiap tahun ia mengadakan perayaan Haul untuk mengenang Syeh AbdulQodir Al Jailany RA. Dalam perayaan itu ia mengundang para Alim Ulama untuk hadir di rumahnya.

Setelah lama hal itu berlangsung, pada suatu saat orang Hindu tersebut wafat menghadap kehadirat Allah Yang Maha Kuasa. Menurut Adat orang Hindu, orang yang wafat maka jasadnya harus dibakar. Maka berbondong-bondonglah orang mengumpulkan kayu bakar dengan maksud untuk menyempurnakan jenasah orang tersebut. Namun keanehan terjadi, ketika Jasad orang hindu tersebut dibakar, dan kayu telah habis, yang tersisa hanyalah jasad orang hindu yang tersebut masih utuh.

Karena jasadnya tidak dapat dibakar, maka diputuskan untuk meghanyutkan jenasah itu ke sungai yang besar. Maka akhirnya jenasah itu dihanyutkan ke sungai. setelah sekian lama jenasah itu hanyut, akhirnya terdampar ke pinggir sungai, kebetulan di dekat sungai itu berdiri sebuah pondok pesantren untuk mengajarkan agama. Ketika itu pula ada seorang yang berperawakan tinggi besar dengan wajah yang sangat tampan dan berwibawa mendatangan pemimpin pondok pesantren itu dan berkata “Di pinggir sungai dekat pondok ada jenasah keluargaku tolong kamu urus ia secara baik-baik. Ia adalah orang Hindu yang karena cintanya kepadaku setiap tahun mengadakan perayaan untukku. Ketika mati jenasahnya tidak mempan dibakar, lantas di hanyutkan ke kali. Demikianlah orang-orang yang mencintai aku, api dunia tidak akan mampu membakarnya, apalago nanti di akhirat Api neraka insya Allah tidak akan menyentuhnya”.  Setelah berkata demikian orang tersebut pergi kemudian diuruslah jenasah itu.

Demikianl kisah ini semoga kita dapat mengambil hikmah, dan digolongkan sebagai otrang yang mencintai para Waly dan kekasih Allah sehingga kita akan mendapat Syafaatnya  Amin…………………

Kritik dan saran ke Mas_harryy@telkom.net

Wassalamu’alaikum Wr.Wb

 

 

Agustus 19, 2006 Posted by | Uncategorized | Tinggalkan sebuah Komentar

Manakib Syeh AbdulQodir Al-Jailany Baian 2

Bismilahirrohmaanirrohiim

Assalamu’alaikum WarohmatuLlohi WabarokaatuH

AlhamdulilahiRobbil alamin

Asholatu Wassalamu ‘ala Sayyidil Mursaliin, Sayyidina wa Maulana Muhammad wa ‘ala aalihi wa shohbihi ajma’iin

Berikut ini akan kami kisahkan sebagian dari karomah Syeh AbdulQodir Al Jailany RA.

Diantara kisah itu ada sebuah cerita tentang seorang wanita yang mempunyai wajah yang sangat cantik dan ia ahli ibadah lagi. Pada suatu hari ia menyendiri dan bermujahadah di dalam sebuah Gua di atas puncak sebuah gunung. Di sana ia memperbanyak ibadah kepada Allah.

Rupanya tempat persembunyiannya diketahui oleh seorang penjahat. Maka orang itu berniat untuk memperkosa wanita yang Saleh itu. Lelaki itupun lalu memasuki Gua itu, kemudian berusaha memperkosa Wanita Yang Shaleh tadi. Sang Wanita Salihah berusaha untuk menghindar akan tetapi penjahat itu terus mengejarnya sehingga sang wanita salehah itu tidak berdaya. Sampai akhirnya ia (wanita yang saleh) berteriak “Yaa Syeh AbdulQodir Aghistnyy”  yang artinya “wahai Syeh AbdulQodir tolonglah aku”. Tak lama kemudian ada sendal dari kayu yang melayang di udara mengenai kepala lelaki yang jahat itu, dan lelaki itupun mati seketika.

Sekian dulu kisah dari saya kalau ada komentar untuk perbaikan situs ini, saya terima kritik dan sarannya. Silahkan kirim ke Mas_harryy@telkom.net Insya Allah akan kami balas.

Wassalamu’alaikum Warohmatullohi WabarokaatuH

 

 

 

 

Agustus 12, 2006 Posted by | Uncategorized | Tinggalkan sebuah Komentar

Karomah Syeh AbdulQodir Al Jailany bagian I

Bismilahirrohmanirrohim

Asholatu Wassalamu ‘ala Sayyidil Mursaliin

Sayyidina Muhammadin wa ‘ala Aalihi washohbihi Ajma’iim amma ba’du

 

Pada kali ini kami akan mengisahkan sebagian dari Karomah Syeh AbdulQodir Al-Jailany RodliyaLlohu ‘Anh.

Pada suatu hari ada dua orang yang sedang bertengkar di pinggir sebuah jalan. Yang satu orang Islam, sedang yang satunya lagi orang Nasrani. Kebetulan saja Syeh AbdulQodir lewat di depan mereka, kemudian menanyakan apa yang sedang mereka pertengkarkan. Si orang Muslim itupun menjawab bahawa menurut orang bNasrani, Nabi Isalah yang lebih utama daripada Nabi Muhammad SAW. Tetapi Saya (orang yang Muslim) bersikukuh bahwa Nabi Muhammad SAW lah yang lebih Mulia.

Maka Syeh pun menanyakan kepada orang nasrani itu, atas dasar apa ia berpendapat bahwa Nabi Isa lebih utama daripana Nabi Muhammad SAW. Maka dijawab karena Nabi Isa AS pernah menghidupkan orang mati sedangkan Nabi Muhammad tidak pernah menghidupkan orang yang telah mati. Setelah itu Syeh AbdulQodir berkata “Aku ini bukanlah seorang Nabi dan hanya pengikut dari Muhammad SAW. Kalau aku dapat menghidupkan orang yang tlh mati apakah kamu akan mengakui kelebihan Nabi Muhammad daripada Nabi Isa AS. maga orang Nasrani itupun mengiyakannya.

Syeh AbdulQodirpun kemudian berkata “Tunjukkan kepadaku kuburan yang telah tua dan usangbiar nanti kamu tahu keutamaan Nabi Muhammad SAW.” Maka ditunjukkanlah kesebuah kuburan yang telah rapuh dan tua. Setelah itu Syeh AbdulQodir RA. bertanya “Bagaimana Carannya Nabi Isa menghidupkan orang mati ?” maka dijawab. Nabi Isa berdoa dengan mengatakan “Hai mayat bangunlah kamu atas ijin Allah” maka bangunlah mayat itu.

Kemudian Syeh AbdulQodir berkata, ” Dulu orang yang telah mati ini adalah seorang penari, kalau kamu ingin maka aku akan menghidupkannya dlm keadaan sedang menari”.

Kemudian Syeh Abdulqodir mendekati kuburan yang sdh tua itu kemudian berkata “Bangunlah kamu hai mayat atas ijinku” Maka kuburan itupun terbelah dan hidupplah  mayat dari dalam kubur itu sambil menari.

Melihat hal itu maka orang Nasrani itu bersimpuh di hadapan Syeh AbdulQodir Aljailany dan menyatakan keislamannya seraya mengakui bahwa Nabi Muhammad SAW lebih utama daripada Nabi Isa AS. Semoga kita selalu mendapat berkahnya dan Syafaat Junjungan kita Nabi besar Muhammad SAW.

Agustus 10, 2006 Posted by | Uncategorized | Tinggalkan sebuah Komentar

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Agustus 9, 2006 Posted by | Uncategorized | 1 Komentar

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.