<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Al-Islam</title>
	<atom:link href="http://masharryy.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://masharryy.wordpress.com</link>
	<description>Upaya Mencari Ridho Allah Ta'ala</description>
	<lastBuildDate>Wed, 02 Apr 2008 13:32:12 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='masharryy.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Al-Islam</title>
		<link>http://masharryy.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://masharryy.wordpress.com/osd.xml" title="Al-Islam" />
	<atom:link rel='hub' href='http://masharryy.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>(Secercah Kado Maulid Nabi SAW)</title>
		<link>http://masharryy.wordpress.com/2008/04/02/secercah-kado-maulid-nabi-saw/</link>
		<comments>http://masharryy.wordpress.com/2008/04/02/secercah-kado-maulid-nabi-saw/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Apr 2008 13:32:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ashari</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://masharryy.wordpress.com/2008/04/02/secercah-kado-maulid-nabi-saw/</guid>
		<description><![CDATA[Cinta Kepada Allah Cinta Kepala Rasulullah SAW (Secercah Kado Maulid Nabi SAW) Di sini tak ada penyesalan Yang ada hanyalah cinta Kepada Allah dan Kepada Rasulullah SAW Disamping mengetahui haknya Sebagai hamba Dan haknya Terhadap sesama. Kalimat hikmat tersebut tertulis dalam sebuah sudut tembok tua di Pesantren Pesulukan Thariqat Agung Tulung Agung. Para santri, para [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=masharryy.wordpress.com&amp;blog=347396&amp;post=20&amp;subd=masharryy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div align="center" lang="sv-SE"><font color="#000000">Cinta Kepada Allah</font></div>
<div align="center" lang="sv-SE"><font color="#000000">Cinta Kepala Rasulullah SAW</font></div>
<div align="center"><font color="#000000">(</font><font color="#000000"><b>Secercah Kado Maulid Nabi SAW</b></font><font color="#000000">)</font></div>
<div align="center" lang="sv-SE"></div>
<div align="center" lang="sv-SE"><font color="#000000"><font face="Cataneo BT, cursive"><i>Di sini tak ada penyesalan</i></font></font></div>
<div align="center" lang="sv-SE"><font color="#000000"><font face="Cataneo BT, cursive"><i>Yang ada hanyalah cinta</i></font></font></div>
<div align="center" lang="sv-SE"><font color="#000000"><font face="Cataneo BT, cursive"><i>Kepada Allah  dan</i></font></font></div>
<div align="center" lang="sv-SE"><font color="#000000"><font face="Cataneo BT, cursive"><i>Kepada Rasulullah SAW</i></font></font></div>
<div align="center" lang="sv-SE"><font color="#000000"><font face="Cataneo BT, cursive"><i>Disamping mengetahui haknya</i></font></font></div>
<div align="center" lang="sv-SE"><font color="#000000"><font face="Cataneo BT, cursive"><i>Sebagai hamba</i></font></font></div>
<div align="center" lang="sv-SE"><font color="#000000"><font face="Cataneo BT, cursive"><i>Dan haknya</i></font></font></div>
<div align="center" lang="sv-SE"><font color="#000000"><font face="Cataneo BT, cursive"><i>Terhadap sesama.</i></font></font></div>
<div lang="sv-SE"></div>
<div style="text-indent:1.27cm;"><font color="#000000"><span>Kalimat hikmat tersebut tertulis dalam sebuah sudut tembok tua di Pesantren Pesulukan Thariqat Agung Tulung Agung. Para santri, para tamu dan mereka yang sedang melakukan suluk Thoriqoh senantiasa membaca kalimat ini. Kalimat yang sepintas aneh namun memiliki sentakan hati yang menusuk kegelapan dunia, sekaligus membangunkan kelelapan hamba. Kalimat sederhana, tetapi merupakan simpul dari seluruh perjalanan Mi&#8217;raj Kaum Sufi di seluruh dunia, pengetahuan sekaligus hikmah terdalam, dan akhir sebuah perjalanan. Mencintai Allah dan mencintai Rasul SAW-Nya, mengetahui haknya sebagai hamba dan haknya terhadap sesama hamba.</span></font></div>
<div style="text-indent:1.27cm;" lang="sv-SE"></div>
<div style="text-indent:1.27cm;"><font color="#000000"><span>Menemui Allah itu tidak akan pernah tergapai manakala sang hamba tidak pernah mencintai Rasul  SAW-Nya. Mencintai Rasul SAW kelak secara otomatis mengikuti jejak</span></font><font color="#000000"><span>-jejak sang Rasul SAW. Ketika seorang hamba menempuh perjalanan amal dan menggapai derajat luhur: bahwa semua itu merupakan penjejakan dalam Islam, suatu orientasi semata menuju kepada Allah SWT.</span></font></div>
<div style="text-indent:1.27cm;" lang="sv-SE"></div>
<div><font color="#000000"><span>Dalam suatu ayat</span></font><font color="#000000"><span> Al-Qur&#8217;an dijelaskan:</span></font></div>
<div><font color="#000000"><span>&#8220;Katakanlah, apabila orangtuamu, anak-anakmu, saudara-saudaramu, istri-istrimu dan keluargamu, dan harta-harta yang kamu berusaha meraih keuntungannya, serta perdagangan yang kamu takutkan akan kebangkrutannya dan tempat-tempat tinggal yang kamu senangi, ternyata lebih kamu cintai dibandingkan mencintai Allah dan Rasul SAW-Nya serta jihad di jalan-Nya, maka tunggulah, sampai Allah mendatangkan Keputusan-Nya. Dan Allah tidak akan memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.&#8221;(at-Taubah : 25)</span></font></div>
<div style="text-indent:1.27cm;" lang="sv-SE"></div>
<div style="text-indent:1.27cm;"><font color="#000000"><span>Cinta atau mahabbah ternyata menempati posisi luhur dalam kehidupan beragama. Banyak orang menyangka, apa yang dilakukan selama ini sudah menempati posisi cinta itu, padahal i</span></font><font color="#000000"><span>a sekedar menjalankan suatu perintah belaka, tanpa penghayatan rasa cinta sampai ke dalam batin, rasa cinta yang menyentuh ruh dan lubuk kalbunya. </span></font></div>
<div style="text-indent:1.27cm;" lang="sv-SE"> <font color="#000000">Betapa dahsyatnya cinta kepada Allah dan Rasul SAW-Nya ini, sampai Allah memperingatkan dengan berbagai versi dalam ayat Al Qur&#8217;an maupun Hadits Rasul SAW dalam riwayat Al Bukhari dan Abdullah bin Hisyam dijelaskan.</font></div>
<div><font color="#000000"><span>&#8220;Kami bersama Rasulullah SAW. Ketika itu Rasulullah SAW sedang memegang tangan Umar bin Al Khatab, lalu Umar berkata, &#8220;Wahai Rasulullah SAW engkau adalah orang yang paling kucintai dibanding segalanya selain diriku.&#8221; Lalu Rasulullah SAW balik menjawab, &#8220;Tak seorang pun beriman secara sempurna sampai aku lebih dicintai dibanding dirinya sendiri.&#8221; Umar kembali menegaskan, &#8220;Engkau sekarang, lebih kucintai dibanding diriku sendiri.&#8221; Lalu Rasulullah SAW bersabda, &#8220;Sekarang begitu wahai Umar.&#8221;</span></font></div>
<div style="text-indent:1.27cm;" lang="sv-SE"></div>
<div style="text-indent:1.27cm;" lang="sv-SE"> <font color="#000000">Dalam hadits lain yang dikeluarkan oleh Imam Muslim disebutkan,&#8221; Nabi SAW bersabda, &#8220;Apabila Allah Azza wa Jalla mencintai seorang hamba, Dia berfirman kepada Jibril. &#8220;Wahai Jibril Aku mencintai seseorang, maka cintailah dia.&#8221; Lantas Jibril mengumumkan kepada seluruh penghuni langit, &#8220;Sesungguhnya Allah Ta&#8217;ala benar-benar mencintai seorang hamba maka hendaknya kalian mencintainya. &#8221; Lalu penghuni langitpun mencintai hamba itu, dan hamba itu pun diterima oleh manusia di muka bumi&#8230;.dst.</font></div>
<div style="text-indent:1.27cm;" lang="sv-SE"></div>
<div style="text-indent:1.27cm;"><font color="#000000"><span>Dalam ko</span></font><font color="#000000"><span>nsep Sufi, mahabbah atau cinta menempati posisi ruhani yang luhur dan mulia. Menurut Abul Qasim al-Qusyairy dalam kitabnya Ar Risalah al-Qusyairiyah, Allah menyaksikan sang hamba melalui cinta itu dan Allah mempermaklumkan cinta-Nya itu kepada hamba tersebut. Maka Allah SWT disifati sebagai sang Pecinta kepada hamba dan begitu pula si hamba disifati sebagai pencinta kepada Allah SWT.</span></font></div>
<div style="text-indent:1.27cm;" lang="sv-SE"></div>
<div style="text-indent:1.27cm;" lang="sv-SE"> <font color="#000000">Itu berarti bahwa cinta Allah kepada hambaNya itu adalah semata Kehendak-Nya agar ada pelimpahan Kasih Sayang kepada sang hamba sebagaimana dengan rahmat-Nya ketika melimpahkan nikmat-Nya kepada hamba.</font></div>
<div style="text-indent:1.27cm;" lang="sv-SE"></div>
<div style="text-indent:1.27cm;" lang="sv-SE"> <font color="#000000">Jadi Mahabbah atau cintai memiliki nuansa khusus dibanding Rahmat. Sementara Rahmat tersebut lebih sebagai merupakan pelimpahan-pelimpah an nikmat secara umum. Secara khusus Allah melimpahkan nikmat kepada hamba-Nya dalam gairah ruhani sang hamba, yang kemudian disebut cinta atau mahabbah.</font></div>
<div lang="sv-SE"></div>
<div lang="sv-SE"><font color="#000000"><b>Pengalaman Sufi</b></font></div>
<div style="text-indent:1.27cm;" lang="sv-SE"></div>
<div style="text-indent:1.27cm;"><font color="#000000"><span>Para sufi seringkali menyebutkan mahabbah atau cinta. Hampir seluruh puja dan puji para Sufi mendendangkan keharuan cinta dan kedahsyatan rindunya. Pecinta agung sepanjang zaman Rabi&#8217;ah Adawiyah misalnya, telah mampu mencapai tingkat cinta tertinggi dan dengan cinta itu pula Rabi&#8217;ah mendapatkan tempat mulia di sisi Allah SWT. Seluruh istana sufi, hampir</span></font><font color="#000000"><span>-hampir dipenuhi ornamen-oprnamen kecintaan kepada Sang Kekasih hingga pada tahap tertentu sang hamba seakan-akan menyatu dengan Kekasih-Nya.</span></font></div>
<div style="text-indent:1.27cm;" lang="sv-SE"></div>
<div style="text-indent:1.27cm;"><font color="#000000"><span>Sejumlah pengalaman cinta para sufi begitu kuat</span></font><font color="#000000"><span> terdefinisi dalam simpul-simpul berikut:</span></font></div>
<ul>
<li>
<div lang="sv-SE"><font color="#000000">Cinta  berarti kecenderungan pesona sang kekasih dengan penuh kebimbangan  hati.</font></div>
</li>
<li>
<div lang="sv-SE"><font color="#000000">Cinta  adalah mengutamakan kekasihnya di atas segala yang dikasihi.</font></div>
</li>
<li>
<div lang="sv-SE"><font color="#000000">Cinta  adalah keselarasan jiwa dengan Sang Kekasih di dalam dunia nyata  maupun dunia tidak nyata.</font></div>
</li>
<li>
<div><font color="#000000"><span>Cinta  adalah peleburan si pencita dengan sifat-sifat Nya dan Peneguhan  Cinta-Nya dengan Dzat-Nya.</span></font></div>
</li>
<li>
<div lang="sv-SE"><font color="#000000">Cinta  merupakan selaras hati dengan Kehendak-Nya.</font></div>
</li>
<li>
<div lang="sv-SE"><font color="#000000">Cinta  berarti rasa takut bila berlaku tidak sopan pada saat menegakkan  pengabdiannya.</font></div>
</li>
<li>
<div lang="sv-SE"><font color="#000000">Al Bustamy mengatakan, cinta adalah membebaskan segala hal-hal sebesar apapun yang datang dari egomu, dan membesarkan hal-hal yang kecil yang datang dari kekasihmu.</font></div>
</li>
<li>
<div lang="sv-SE"><font color="#000000">Junaid al-Bagdady menegaskan, cinta berarti merasuknya sifat-sifat Sang Kekasih, meraih sifat-sifat sang pecinta. Si pencita sudah lebur dalam kenangan dan ingatan sang kekasih.</font></div>
</li>
<li>
<div lang="sv-SE"><font color="#000000">Abu  Abdullah al-Qurasy mengatakan, cinta berarti menyerahkan dirimu  kepada Sang Kekasih tanpa sedikitpun tersisa.</font></div>
</li>
<li>
<div><font color="#000000"><span>Sedangkan Asy Syibly menyatakan, cinta yang kemudian disebut mahabbah hanya karena mahabbah sudah melenyapkan seluruh sisi hati, kecuali hanya Sang Kekasih.</span></font></div>
</li>
</ul>
<div lang="sv-SE"></div>
<div style="text-indent:1.27cm;"><font color="#000000"><span>Dalam suatu forum diantara para syeikh sufi di Mekkah, al-Junaid adalah peserta termuda. Lalu ia dipanggil, &#8220;Hai orang Irak, apa pendapatmu tentang cinta?&#8221; Tiba-tiba al</span></font><font color="#000000"><span> Junaid menundukkan kepala. Air matanya meleleh dan sesenggukan, lalu bicara.</span></font></div>
<div><font color="#000000"><span>&#8220;Cinta adalah seorang pelayan yang meninggalkan jiwanya dan melekatkan dalam pelukan Dizkir kepada-Nya. Mengukuhkan diri dalam melaksanakan perintah-Nya dengan kesadaran penuh bahwa Dia dalam hatinya. Cahaya Dzat-Nya telah membakar hatinya lalu ikut meminum dalam pesta minuman suci dari cangkir cinta-Nya. Lalu Yang Maha Kuasa tersingkap dari balik tiraiNya sampai ia hanya bicara dengan kata-kata yang selaras denga perintah-Nya, apa yang diucapkannya berasal dari-Nya. Ketika ia bergerak, ia bergerak karena perintah-Nya, ketika ia diam karena diamnya bersama Allah.&#8221;</span></font></div>
<div lang="sv-SE"></div>
<div><font color="#000000"><span>Mendengar </span></font><font color="#000000"><span>penuturan al-Junaid semua syeikh menangis, lalu berkata, &#8220;Tak ada yang perlu diucapkan lagi. Semoga Allah menguatkan dirimu, wahai mahkota para sufi.&#8221;</span></font></div>
<div lang="sv-SE"></div>
<div style="text-indent:1.27cm;" lang="sv-SE"> <font color="#000000">Dalam riwayat, Allah SWT mewahyukan kepada Nabi Daud as, &#8220;Aku telah melarang cinta untuk-Ku yang merasuk di hati manusia, manakala cinta kepada selain diri-Ku masih punya tempat di hatinya.&#8221;</font></div>
<div style="text-indent:1.27cm;" lang="sv-SE"></div>
<div style="text-indent:1.27cm;" lang="sv-SE"> <font color="#000000">Dikisahkan tentang munajat Rabi&#8217;ah Adawiyah, &#8220;Tuhanku, akankah Engkau membakar dengan api, hati yang mencintaiMu? &#8221; Tiba-tiba muncul bisikan lembut, &#8220;Kami tidak akan melakukan hal seperti itu. Jangan dirimu menyangka buruk seperti itu kepadaKu&#8230;&#8221;</font></div>
<div lang="sv-SE"></div>
<div lang="sv-SE"><font color="#000000"><b>Cinta Kepada Rasulullah SAW</b></font></div>
<div style="text-indent:1.27cm;" lang="sv-SE"></div>
<div style="text-indent:1.27cm;"><font color="#000000"><span>Pengalaman-pengalam an sufi tentang cinta, sebenarnya tidak bisa lepas dari rasa cintanya kepada Rasulullah SAW. Al Bushiry Asy Syadizily, penulis sajak-sajak Al Burdah yang monumental itu, sungguh sangat anggun ketika melantunkan gairah cintanya kepada Rasulullah SAW. Sebab selain seorang Rasul SAW utama, Kanjeng Nabi Muhammad SAW adalah kekasih utama-Nya pula.</span></font></div>
<div style="text-indent:1.27cm;" lang="sv-SE"></div>
<div style="text-indent:1.27cm;"><font color="#000000"><span>Bentuk cinta seorang hamba kepada Rasulullah SAW-Nya adalah melalui</span></font><font color="#000000"><span> peneladanan sunnah-sunnahnya, mendoakan melalui Shalawat Nabi kepadanya. Bahkan menghayati seluruh jalan hidupnya. Rasulullah SAW adalah teladan mulia, bagaimana para hamba mencintainya, sampai pada dataran dimana cinta benar-benar agung dalam jiwa para hamba, sebagaimana cinta yang dilukiskan para sufi itu.</span></font></div>
<div style="text-indent:1.27cm;" lang="sv-SE"></div>
<div style="text-indent:1.27cm;" lang="sv-SE"> <font color="#000000">Mencintai Rasulullah SAW berarti mencintai Allah, dan sebaliknya mencintai Allah juga berarti mencintai Rasulullah SAW. Apa yang disebut dengan Cahaya Muhammad adalah bentuk Kemaharinduan dan Kemahacintaan Ilahi, dimana Cahaya Muhammad adalah titik Pertama yang kelak melimpah menjadi Jagad Raya dan seluruh mahluk ciptaan-Nya.</font></div>
<div style="text-indent:1.27cm;" lang="sv-SE"></div>
<div style="text-indent:1.27cm;"><font color="#000000"><span>Karena itu dalam tradisi tarekat, shalawat kepada Nabi senantiasa mengiringi dzikir para sufi karena Cahaya Muhammad itulah awal dimana Allah menciptakan dan kemudian ciptaan-Nya itu mengenal-Nya dengan gairah cinta-Nya. Dalam hadits Qudsi disebutkan, &#8220;Aku adalah khazanah tersembunyi, lalu aku ingin sekali (dengan segala Cinta-Ku) untuk dikenal, maka Kuciptakanlah mahlu</span></font><font color="#000000"><span>k agar ma’rifat  kepadaKu.&#8221;</span></font></div>
<div style="text-indent:1.27cm;" lang="sv-SE"></div>
<div style="text-indent:1.27cm;" lang="sv-SE"> <font color="#000000">Cinta kepada Rasulullah SAW berati juga suatu kesadaran agung dimana seorang hamba mengenal dirinya sebagai hamba, dengan segala hak-hak (kewajiban kehambaan, ubudiyah) dan mengenal dirinya sebagai hamba yang memiliki hak terhadap sesama hamba.</font></div>
<div style="text-indent:1.27cm;" lang="sv-SE"></div>
<div style="text-indent:1.27cm;"><font color="#000000"><span>Cinta tidak mengenal batas agama, batas golongan, batas geografi, batas suku dan batas-batas sosial lainnya. Cinta kepada Rasulullah SAW adalah awal kecintaan hamba terhadap sesama hamba mahluk</span></font><font color="#000000"><span> Allah SWT. Kecintaan yang tak bisa  digambarkan dengan jual beli duniawi atau penghargaan materi.</span></font></div>
<div style="text-indent:1.27cm;" lang="sv-SE"></div>
<div style="text-indent:1.27cm;" lang="sv-SE"> <font color="#000000">Tetapi cinta yang membumbung dalam rahasia terdalam dari lubuk hamba kepada kekasih-Nya, Muhammad SAW.</font></div>
<div style="text-indent:1.27cm;" lang="sv-SE"></div>
<div style="text-indent:1.27cm;"><font color="#000000"><span>Mari kita renungkan, suatu wacana cinta di bawah ini: &#8220;Dos</span></font><font color="#000000"><span>a orang-orang yang ma&#8217;rifat adalah menggunakan ucapan, penglihatan mereka untuk kepentingan duniawi dan meraih keuntungan darinya. Sedangkan pengkhianatan pecinta adalah mengutamakan hawa nafsu mereka dibandingkan mengutamakan Ridha Allah SWT dalam urusan yang mereka hadapi. Sedang dusta para pemula di jalan sufi adalah jika mereka lebih peduli terhadap kesadaran akan hal-hal manusiawi, dibanding kesadaran akan dzikir dan memandang Allah SWT,&#8221; demikian kata sufi besar, Abu Utsman.</span></font></div>
<div lang="sv-SE"></div>
<div lang="sv-SE"><font color="#000000"><b>Di Balik istighfar dan Shalawat Nabi SAW</b></font></div>
<div style="text-indent:1.27cm;" lang="sv-SE"></div>
<div style="text-indent:1.27cm;"><font color="#000000"><span>Apa hubungan lstighfar dengan Shalawat Nabi SAW? Mengapa dalam praktik sufi senantiasa ada dzikir </span></font><font color="#000000"><span>istighfar dan Shalawat Nabi dalam setiap wirid-wiridnya?</span></font></div>
<div style="text-indent:1.27cm;" lang="sv-SE"></div>
<div style="text-indent:1.27cm;" lang="sv-SE"> <font color="#000000">Hubungan istighfar dengan shalawat, ibarat dua keping mata uang. Sebab orang yang bershalawat mengakui dirinya sebagai hamba yang lebur dalam wahana Sunnah Nabi. Leburnya kehambaan itulah yang identik dengan kefanaan hamba ketika beristighfar.</font></div>
<div style="text-indent:1.27cm;" lang="sv-SE"></div>
<div style="text-indent:1.27cm;" lang="sv-SE"> <font color="#000000">Shalawat Nabi merupakan syariat sekaligus mengandung hakikat. Disebut syariat karena Allah SWT memerintahkan kepada para hamba-Nya yang beriman agar memohonkan Shalawat dan Salam kepada nabi. Dalam firman-Nya:</font></div>
<div><font color="#000000"><span>&#8220;</span></font><font color="#000000"><span>Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya  senantiasa bershalawat kepada nabi. Wahai, orang-orang beriman bershalawatlah kepada Nabi dan mohonkan salam baginya,&#8221;</span></font></div>
<div><font color="#000000"><span>(QS</span></font><font color="#000000"><span>. 33 : 56)</span></font></div>
<div lang="sv-SE"></div>
<div lang="sv-SE"> <font color="#000000">Beberapa hadits di bawah ini sangat mendukung firman Allah Ta&#8217;ala tersebut:</font></div>
<div lang="sv-SE"></div>
<div> <font color="#000000"><span>1. Suatu hari Rasulullah SAW datang dengan wajah tampak berseri-seri dan bersabda:</span></font><font color="#000000"><span> &#8220;Malaikat Jibril datang kepadaku sambil berkata, &#8220;Sangat menyenangkan untuk engkau ketahui wahai Muhammad, bahwa untuk satu shalawat dari seorang umatmu akan kuimbangi dengan sepuluh doa baginya. Dan sepuluh salam bagiku akan kubalas dengan sepuluh salam baginya.&#8221; (HR. An-Nasal)</span></font></div>
<div> <font color="#000000"><span>2. Sabda Rasulullah SAW: &#8220;Kalau orang bershalawat kepadaku maka malaikat juga akan mendoakan keselamatan yang sama baginya. Untuk itu hendaknya dilakukan meskipun sedikit atau banyak.&#8221;</span></font></div>
<div lang="sv-SE"> <font color="#000000">(HR. lbnu Majah dan Thabrani).</font></div>
<div> <font color="#000000"><span>3. Sabda Nabi SAW: </span></font><font color="#000000"><span>&#8220;Manusia yang paling utama bagiku adalah yang paling banyak shalawatnya. &#8220;</span></font></div>
<div lang="sv-SE"> <font color="#000000">(HR. Abu Dhawud).</font></div>
<div> <font color="#000000"><span>4. Sabdanya: &#8220;Paling bakhilnya manusia ketika ia mendengar namaku disebut dia tidak mengucapkan shalawat bagiku,&#8221;</span></font></div>
<div lang="sv-SE"> <font color="#000000">(HR. At-Tharmidzi) .</font></div>
<div lang="sv-SE"> <font color="#000000">&#8220;Perbanyaklah shalawat bagiku di hari Jum&#8217;at.&#8221;</font></div>
<div lang="sv-SE"> <font color="#000000">(HR. An-Nasal)</font></div>
<div> <font color="#000000"><span>5. Sabdanya: </span></font><font color="#000000"><span>&#8220;Sesungguhnya di bumi ada malaikat yang berkeliling dengan tujuan menyampaikan shalawat umatku kepadaku.&#8221;</span></font></div>
<div lang="sv-SE"> <font color="#000000">(HR. An-Nasa&#8217;i)</font></div>
<div> <font color="#000000"><span>6. Sabdanya: </span></font><font color="#000000"><span>&#8220;Tak seorangpun yang bershalawat kepadaku melainkan Allah mengembali-kan ke ruhku sehingga aku menjawab salam kepadanya.&#8221;</span></font></div>
<div lang="sv-SE"> <font color="#000000">(HR. Abu Dhawud)</font></div>
<div style="text-indent:0.49cm;" lang="sv-SE"></div>
<div style="text-indent:1.27cm;"><font color="#000000"><span>Tentu, tidak sederhana menyelami k</span></font><font color="#000000"><span>eagungan Shalawat Nabi. Karena setiap kata dan huruf dalam shalawat yang kita ucapkan mengandung atmosfir ruhani yang sangat dahsyat. Kedahsyatan itu tentu karena posisi Nabi Muhammad SAW sebagai hamba Allah, Nabiyullah, Rasulullah SAW, Kekasih Allah dan Cahaya Allah. Dan semesta raya ini diciptakan dari Nur Muhammad sehingga setiap detak huruf dalam shalawat pasti mengandung elemen metafisik yang luar biasa.</span></font></div>
<div style="text-indent:1.27cm;" lang="sv-SE"></div>
<div style="text-indent:1.27cm;"><font color="#000000"><span>Mengapa kita musti membaca Shalawat dan Salam kepada nabi, sedangkan nabi adalah manusia paripurna,  sudah diampuni dosa</span></font><font color="#000000"><span>-dosanya yang terdahulu maupun yang akan datang? Beberapa alasan berikut ini sangat mendukung perintah Allah SWT.</span></font></div>
<div style="text-indent:1.27cm;" lang="sv-SE"></div>
<div lang="sv-SE"> <font color="#000000">1. Nabi Muhammad SAW adalah sentral semesta fisik dan metafisik, karena itu seluruh elemen lahir dan batin mahluk ini merupakan refleksi dari cahayanya yang agung. Bershalawat dan bersalam yang berarti mendoakan beliau adalah bentuk lain dari proses kita menuju jati diri kehambaan yang hakiki di hadapan Allah melalui &#8220;titik pusat gravitasi&#8221; ruhani, yaitu Muhammad Rasulullah SAW.</font></div>
<div> <font color="#000000"><span>2. Nabi Muhammad SAW  adalah manusia paripurna. Segala doa dan upaya untuk mencintainya berarti kembali kepada orang yang mendoakan tanpa </span></font><font color="#000000"><span><i>reserve</i></span></font><font color="#000000"><span>. Ibarat gelas yang sudah penuh air, jika kita tuangkan air pada gelas tersebut, pasti tumpah. Tumpahan itulah kembali pada diri kita, tumpahan Rahmad dan AnugerahNya melalui gelas piala Kekasih-Nya, Muhammad SAW.</span></font></div>
<div> <font color="#000000"><span>3. Shalawat Nabi mengandung syafa&#8217;at dunia dan akhirat. Semata karena filosofi Kecintaan Ilahi kepada Kekasih-Nya itu meruntuhkan Amarah-Nya. Sebagaimana dalam hadits Qudsi, &#8220;Sesungguhnya Rahmat-Ku mengalahkan Amarah-Ku.&#8221;</span></font></div>
<div lang="sv-SE"> <font color="#000000">Siksaaan Allah tidak akan turun  pada ahli Shalawat Nabi karena kandungan kebajikannya yang begitu par-exellent.</font></div>
<div> <font color="#000000"><span>4. Shalawat Nabi menjadi tawashul bagi perjalanan ruhani umat Islam. Getaran bibir dan detak jantung akan senantiasa membumbung ke alam Samawat (alam ruhani) ketika nama Muhammad SAW disebutnya. Karena itu mereka yang hendak menuju kepada Allah (wushul), peran Shalawat sebagai pendampingnya. Karena keparipurnaan Nabi itu menjadi jaminan bagi siapa pun yang hendak bertemu dengan Yang Maha Paripurna.</span></font></div>
<div> <font color="#000000"><span>5. Nabi Muhammad SAW sebagai nama dan predikat bukan sekadar lambang dari sifat-sifat terpuji tetapi mengandung fakta tersembunyi yang universal yang ada dalam Jiwa Muhammad SAW. Dan dialah sentral satelit ruhani yang menghubungkan hamba-hamba Allah dengan Allah. Karena sebuah penghargaan Cinta yang agung itu hilang begitu saja. Estetika Cinta Ilahi justru tercermin dalam Keagungan-Nya dan Keagungan itu ada di balik desah doa yang disampaikan hamba-hamba- Nya buat Kekasih-Nya.</span></font></div>
<div lang="sv-SE"> <font color="#000000">6. Allah pun bershalawat kepada Nabi, begitu juga para malaikat-Nya. Duhai kaum beriman bershalawat dan bersalamlah kepada Nabi SAW.</font></div>
<div style="text-indent:0.78cm;" lang="sv-SE"></div>
<div style="text-indent:1.27cm;"><font color="#000000"><span>Para sufi memberikan pengajaran sistematis kepada umat mela</span></font><font color="#000000"><span>lui Shalawat Nabi itu sendiri. Dan Shalawat Nabi yang berjumlah ratusan macam itu lebih banyak justru dari ajaran Nabi sendiri. Model shalawat yang diwiridkan para pengikut tarekat juga memiliki sanad yang sampai kepada Nabi SAW. Oleh sebab itu itu, Shalawat adalah cermin Nabi Muhammad SAW yang memantul melalui jutaan bahkan milyaran hamba-hamba Allah bahkan bilyunan para malaikat-Nya.</span></font></div>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/masharryy.wordpress.com/20/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/masharryy.wordpress.com/20/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/masharryy.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/masharryy.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/masharryy.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/masharryy.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/masharryy.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/masharryy.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/masharryy.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/masharryy.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/masharryy.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/masharryy.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/masharryy.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/masharryy.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/masharryy.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/masharryy.wordpress.com/20/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=masharryy.wordpress.com&amp;blog=347396&amp;post=20&amp;subd=masharryy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://masharryy.wordpress.com/2008/04/02/secercah-kado-maulid-nabi-saw/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/39c0a846a24d6910a412b1bffeed14dc?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Mas Hary</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Manakib 14</title>
		<link>http://masharryy.wordpress.com/2006/12/21/manakib-14/</link>
		<comments>http://masharryy.wordpress.com/2006/12/21/manakib-14/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 Dec 2006 16:10:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ashari</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://masharryy.wordpress.com/2006/12/21/manakib-14/</guid>
		<description><![CDATA[Bismilahirrohmaanirrohiim ASlhamdu Lilaahi Robbil”aalamiin Asholaatu Wasalaamu ‘ala Sayyidil Mursaliin, Sayidinaa wa Maulanaa Muhammadin wa ‘alaa AaliHi wa ShohbiHi wa ‘alainaa ma’ahum AmiinB   Al-Hafid Abu Izza Abdul Mughist bin Harb Al-Baghdadi dan yang lainnya berkata ” Kita biasa hadir di majelis Syeh Abdul Qodir di ribathnya di Baghdad. Umumnya yang menghadiri majelis beliau adalah para [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=masharryy.wordpress.com&amp;blog=347396&amp;post=17&amp;subd=masharryy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center">Bismilahirrohmaanirrohiim ASlhamdu Lilaahi Robbil”aalamiin</p>
<p align="center">Asholaatu Wasalaamu ‘ala <strong>Sayyidil Mursaliin, Sayidinaa wa Maulanaa Muhammadin wa ‘alaa AaliHi wa ShohbiHi wa ‘alainaa ma’ahum AmiinB</strong></p>
<p align="left"> </p>
<p align="left">     Al-Hafid Abu Izza Abdul Mughist bin Harb Al-Baghdadi dan yang lainnya berkata ” Kita biasa hadir di majelis <strong>Syeh Abdul Qodir  </strong> di ribathnya di Baghdad. Umumnya yang menghadiri majelis beliau adalah para Syaikh Iraq diantaranya ; Syaikh Alibin Hiti, Baqa bin Bathu’, Abu Sa’id Al-Qailawi, Musa bin Mahin , Abu NajibAssahrawardi, Abu karam, Abu Umar, Utsman Al Qursyi, Makarim al-Akbar, Mathar, Jaakir, Khalifah, Shidqah, Yahya Murtasyi, Ad-diya Ibrahim al-Juwaini, Abu Abdulah Muhammad al-Qazwaini, dan masih banyak lagi <em>selanjutnya klik di sini</em>Abu Ustman, Umar Ak-Batiahi, Qadib Al- Baan, Abul Abas Ahmad Al-Yamani, Abu Abas Ahmad Al-Qazwaini beserta muridnya Daud yang selalu melaksanakan Shalat fardhu di Makkah, Abu Abdulah Muhammad Al-Khas, Abu Umar, Ustman Al-Iraqi As-Syauki, yang konon merupakan salah seorang <em>Rijal Ghaib </em>….dan lain sebagainya.</p>
<p align="left"> </p>
<p align="left">Dalam kondisi Spiritual sang <strong>Syaikh </strong>berkata “Kakiku ini ada di punggung setiap Wali”. Begitu mendengar tersebut Syeh Ali ASl-Hiti langsung bangkit dan meletakkan kaki <strong>SyehAbdul Qodir Al-Jailani </strong> di pundaknya. Begitu pula dengan yang lain, mereka telah mengulurkan pundaknya untuk melaksanakan hal tersebut.</p>
<p align="left"> </p>
<p align="left">Syeh Ali bin Abi Barakat Shakr bin Shakr meriwayatkan bahwa ia pernah mendengar ayhnya pernah berkata “Aku penah berkata kepada pamanku <strong>Syeh Uday bin Musafir</strong> ‘Sepanjang pengetahuan anda selain <strong>Syeh Abdul Qodir Al-Jailani</strong> adakah para ulama terdahulu yang berkata ‘<em>Kedua kakiku ini ada di pungggung setiap Wali <strong>Allah</strong> ?’ “</em>Tidak” jawabnya. ‘Jika memang demiian sambungku, lalu apa makna dari perkataan tersebut ?’  Beliau berkata “itu artinya <strong>Syeh Abdul Qodir </strong>telah mnecapai maqom wali <em>Afrod</em>  <em>. ‘</em>Tapi bukankah di setiap generasi terdapat <em>Wali Afrad</em> bantahku lagi. “Benar tapi tidak ada seoranpun yang diperintahkan oleh <strong>Allah</strong> untuk mengucapkan kalimat ini” jawabnya. ‘Jadi memang beliau diperintahkan untuk mengucapkan kalimat tersebut ? tanyaku. ‘ya’ jawab beliau. Kemudian beliau berkata ‘karena adanya perintah tersebut mereka meletakkan kepala . Bukankah engkau mengetahui bahwa para Malaikat as bersujud kepada <strong>Adam</strong> karena adanya perintah krpada mereka untuk melaksanakan hal tersebut.</p>
<p align="left">     Syeh Baqa bin Bathu An-Nahri Al-Maliki berkata ” <strong>Syeh Abdul Qodir berkata’</strong>kedua kakiku ini berada di setiap punggung Wali Allah’”. Berkenaan dengan itu Syeh Ibrahim dan Syeh Abi Hasan Ali Arrifa’i al-Bathiahi mwriwayatkan bahwa ayahnya pernah bertanya kepada pamannya Syeh Ahmad Arrifa’i ‘apakah pernyataan <strong>Syeh Abdul Qodir</strong> ‘ kedua telapak kakiku ini berada di punggung setiap wali <strong>Allah</strong> <strong> </strong>berdasarkan perintah atau tidak?’  Pernyataan tersebut berdasarkan perintah jawab beliau.</p>
<p align="left">Dalam sebuah riwayat tyang dinisbatkan kepada Syeh Abi Bakaw bin Hawwar menyatakan bahwa veliau pernah berkata di majlisnya ,”Nanti akan muncul di Iraq seorang non arab yang memiliki kedudukan yang tinggi di sisi <strong>Allah</strong> dan manusia. Namanya <strong>Abdul Qodir  </strong>dan tinggalnya di Baghdad, Dia akan berkata ” <strong>Kedua kakiku ini berada di setiap punggung Wali Allah”</strong> Dan setiap wali akan mengakui bahwa beliau adalah wali Afrad pada zamannya.</p>
<p align="left">Sulthon <em>Auliya</em> <em>dan </em>Syaikh Islam Izzuddin bin Abdissalam berkata, ” Belum pernah kemutawatiran riwayat tenteang sebuah karomah yang sampai kepada kami sebanding dengan kemutawatiran karomah <strong>Syeh Abdul Qodir Al Jailani  </strong>. Beliau adalah orang yang berpegang teguh kepada Syari’ah , menyeru orang-orang untuk melaksanakan syari’ah, dan menghindarkan diri dari yang dilarang oleh<strong>Nya.</strong> Beliau berbaur dengan masyarakat sambil terus menerus beribadah dan beliau bisa mencampurkannya dengan sesuatu yang menyibukkan beliau seperti menikah dan memiliki keturunan . Barang siapa yang mengikuti jalan ini maka ia lebih sempurna daripada yang lain. Ditambah lagi apa yang dinyatakan fdi atas merupakan karakter dari <strong>Rosulullohi SAW</strong> . Diantara karomah beliau adalah pernyataan beliau ‘<em>Kedua telapak kakiku ini berada di setiap punggung Wali <strong>Allah</strong>. Hal </em>tersebut dikarenakan kesempurnaan beliau tidak tertandinginpada masa itu yang tidak diragukan lagi menjadikannya berhak mendapatkan kehormatan tersebut.</p>
<p align="left">Syeh Mathar meriwayatkan “Suatu hari ketika saya sedang berada di Zawiyah Syeh Abu Wafa’, guruku, di daerah Qailamaya beliau berkata kepadaku ‘Ya Mathar tutup pintu, jika ada seorang <strong>pemuda </strong>Ajam (non Arab) datang memohon untuk masuk maka jangan diberi dia ijin’. Akupun melaksanakan perintah beliau. ternyata yang datang adalah <strong>Syeh Abdul Qodir</strong> yang pada waktu itu masih seorang pemuda. Beliau mohon ijin untuk masuk namun Syeh Abu Wafa’ tidak mengijinkannya masuk. Saat itu aku melihat Syeh Abu Wafa’ berjalan hilir mudik dalam zawiyah dengan gelisah. Setelah itu beliau mengijinkannya untuk masuk. Ketika Syeh Abu Wafa’ melihat <strong>Syeh Abdul Qodir </strong>beliau melangkah mendekat dan memeluknya beberapa lama seraya berkata ‘<strong>Abdul Qodir</strong>‘ demi <strong>Yang Maha Agung </strong> aku tidak mengijinkanmu masuk pertama kali bukan karena keinginan <em>zalim</em> terhadap hakmu akan tetapi karena takut terhadap dirimu. Akan tetapi setelah aku ketahui bahwa engkau ingin belajar kepadaku dan menaatiku, baru aku merasa aman.</p>
<p align="left">Syaikh Abdurrahman At-Tahfsunaji berkata “Saat <strong>Syeh Abdul Qodir </strong>datang ke<strong> </strong><em>Zawiyah  Tajul ‘Arifin</em> Abu Wafa’ beliau berkata kepad para muridnya ‘ Berdiri dan smbutlah Wali Allah’-Pernyataan ini mungkin terjadi pada saat <strong>Syeh Abdul Qodir  </strong>sedang berjalan menuju beliau atau dikeluarkan kepada mereka yang belum bediri ketika <strong>Syeh Abdul Qodir </strong>datang- Ketika beliau megulang-ulang perintah tersebut, seorang muridnya bertanya kepada beliau sebab pernyataan tersebut. Beliau menjawab “Pada saatnya nanti pemuda ini akan menjadi sandaran baik golongan khas maupun awam. Aku seakan akan melihatnya seang berbicara di depan khalayak ,”<strong>Kedua telapak kakiku ini berada di punggung setiap Wali Allah”.  </strong>dan pernyataan itu benar adanya. Pernyataan tersebut menunjukkan bahwea beliau adalah <em>Qutb </em>mereka pada saat itu. Barang siapa berjumpa dengannya pada sat itu, berkhidmadlah kepadanya.</p>
<p align="left">Syaikh musallamah bin Naimah As-Saruji ketika ditanya tentang siapakah <em>Qutb</em> itu, beliau menjawab, “Beliau sekarang ada di Makkah, bersembunyi dan hanya diketahui oleh orang-orang saleh. Dan akn muncul di sini (Iraq) seorang pemuda ‘<em>ajam</em> yang mulia bernama <strong>Abdul Qodir</strong> Akan tampak dari beliau beberapa Karomah yang luar biasa . Beliau adalah <em>Qutb</em> waktunya dan  <em>Ghauts</em> Zamannya. Baliau akn berkata di hadapan orang-orang “<strong>Kedua telapak kakiku ini ada di punggung setiap Wali Allah”,</strong> dan para Wali akan merendahkan punggungnya kepada beliau. Allah akan memberikan manfaat darinya dan dari karomahnya kepada siapa saja yang mempercayainya.</p>
<p align="left">Syaikh mUhammad Yusuf Al-Aquuli berkata”Aku berniat berziarah kepada Syeh Uday Bin Musafir. Ketika aku menghadap, beliau bertanya kepadaku ‘dari mana anda ?’Aku adalah salah seorang murid <strong>Syeh Abdul Qodir</strong> ‘ Jawabku. Mendengar jawabanku bekliau berkata ‘Bagus, <em>Qutb-Al arda (bumi) </em>yang dengan pernyataannya <strong>“Kedua telapak kakiku ini ada di punggung setiap Wali Allah “</strong> menjadikan 300 Wali dan 700 orang-orang Gaib yang berjalan di bumi maupun yang terbang, mengulurkan pundak mereka kepadanya dalam satu waktu”.</p>
<p align="left">Kemudian aku menziarahi Syeh Ahmad Rifa’i dan menceritakan kepadanya apa yang dikatakan oleh Syeh Uday saat itu dan beliau berkata “sungguh tepat apa yang disampaikan beliau (Syeh Uday).</p>
<p align="left">Syaikh Majid Al Kurdi berkata,”<strong>saat Syeh Abdul Qodir  </strong>mengatakan pernyataan di atas, semua wali di bumi pada saat itu merendahkan lehernya sebagai tanda pengakuan mereka terhadap beliau. Dan tidak ada segolongan jin soleh pun yang tidak datang menghadapnya untuk bertobat dan mengakui beliau hingga mereka berdesak-desakan di pintu rumahnya.</p>
<p align="left">Masih berkenaan dengan pernyataan Sang Syaikh, Syeh Abu Sa’id Al-Qailawi berkata “ketika <strong>Syeh Abdul Qodir </strong>mengatakan <strong>‘kedua telapak kakiku ini ada di setiap punggung Wali Allah’</strong> , <strong>Allah</strong> <em>Tajalli</em> dalam jiwa beliau. Kemudian sekelompok malaikat datang membawakan jubah kebesaran <strong>Rosululloh SAW</strong> untuk dipakaikan kepada beliau di hadapan para Wali terdahulu maupun yang akan datang.-yang hidup datang dengan jasadnya, yng sudah meninggal datang dengan ruhnya. Para malaikat dan <em>Rijal Al-Ghaib</em> mengelilingi majlisnya dan berbaris ber shaf-shaf di udara , begitu banyak jumlahnya hingga seluruh ufuk penuh dengan kehadiran mereka. Dan semua Wali yang ada di muka bumi ini menundukkan kepala untuk beliau”.</p>
<p align="left">Syeikh Kholifah Al Akbar bercerita “Saat aku bertemu dengan <strong>Rosululloh SAW </strong>dalam mimpi aku bertanya kepad beliau ,’ Yaa <strong>Rosululloh</strong> Syeh Abdul Qodir trlah berkata ‘Kedua telapak kakiku ini ada di punggung setiap Wali <strong>Allah </strong>‘ Beliau menjawab ‘Yang diucapkan leh beliu adalah benar. Bagaimana mungkin tidak benar apabila dia adalah <em>Qutb</em> (para wali) dan aku (<strong>Rosululloh SAW</strong> yang emngawasinya.</p>
<p align="left">Di hari Jum’at 3 Ramadan 599 H. seorang pria datang menghadap Syeh Hayyan bin Qis Al-Harani di masjid Al Hiran memohon Khirqah (jubah kesifian tanda bai’at) kepada beliau. “Dalam dirimu talah terdapat tanda selain aku’ kata beliau kepadanya. orang itu berkata, ‘benar aku pernah bertemu <strong>Syeh Abdul Qodir </strong>namun tidak ber bai’at kepada beliau”. Syeh Hayyan berkata “selama beberapa waktu kita telah hidup di bawah bayangan kehidupan <strong>Syeh Abdul Qodir Al Jailani .</strong>telah kita meminum gelas-gelas kebahagiaan dari mata air pengetahuan beliau. dan Dari Beliau diperoleh rahasia para Wali menurut tingkatan mereka.</p>
<p align="left">Suatu saat Syeh Lulu Al Armani ketika bertemu dengan Syeh Atha’ Al-Masri , beliau meminta untuk menyebutkan para gurunya. Syeh Lulu berkata ,”Atha’ guruku adalah <strong>Syeh Abdul Qodir Al Jailani </strong>yang menyatakan “kedua telapak kakimku ini ada di punggung setiap Wali <strong>Allah</strong> .Dan pada saat beliau selesai mengucapkan hal tersebut tercatat 313 Wali Allah dari segala penjuru dunia menundukkan kepala meeka , 17 orang berada di <em>Haramain</em> , 60 orang di Iraq, 40 orang di negeri non Arab, 40 orang di Syam, 20 orang di mesir, 27 orang di Maroko, 11 orang di Habsyah, 7 orang di tembok penahan Ya’juj dan Ma’juj, 7 orang di Wadi Sarandib, 47 orang di gunung Qof, 20 orang di daerah teluk. Dan banyak yang besaksi bahwa pernyataan tersebut diucapkan berdasarkan perintah Allah. Kemudian beliau melanjutkan.”Aku sendiri melihat para Wali di timur maupun di barat merundukkan kepala mereka kepada <strong>Syeh Abdul Qodir </strong>kecuali seorang Wali di daerah luar Arab yang kemudian hilang tanpa bekas. Diantara mereka yang merundukkan kepalanya kepada beliau adalah Syeh Baqa’ bin Bathu’ , Syeh Abu Sa’id Al-Qaylawy , Syeh Ahmad Arrifa’y yang dalam sebuah riwayat memanjangkan lehernya dan melihat punggungnya seraya berkata,’Memang ada di punggungku’. Saat di tanya mengenai perkataannya itu, beliau berkata,’saat ini di Baghdad , <strong>Syeh Abdul Qodir  </strong>sedang berkata ,’ Kedua telapak kakiku ini ada di punggung setiap Wali <strong>Allah</strong>‘.</p>
<p align="left">Termasuk diantara mereka yang menundukkan kepala kepada beliau adalah Abdurrahman Athafsunaji, Abu Najib Assahrawardi, yang mengangguk-anggukkan kepalanya <em>ketika mendengar hal tersebut  </em>seraya berkata’di atas kepalaku. Musa Al Jazuli, Musa Al Harani, Abu MUhammad bin ‘Abd, Abu Umar, Ustman bin Marzuq , Abu Al-Karam , Majid Al Kurdi , Suwaid Annajari, Ruslan Addimasqi, yangmenundukkan kepalanya di Damaskus seraya berkata kepada para muridnya ‘<strong>Allah </strong> memiliki mutiara yaitu orang yang minum dari lautan<em>Al Quds</em> dan duduk di permadani ma’rifah serta menyaksikan keMaha Agungan <em>Rububiyah / ketuhanan </em>dan ke Maha Besaran <em>Wahdaniyah</em> (ketunggalan). Sifat (kemanusiaannya) lenyap saat menyaksikan keMaha Besaran <strong>Nya</strong> Eksistensinya lebur saat menyaksikan ke-Wibawaan<strong>Nya</strong> Maka dipakaikannya kepadanya jubah keacuhan (terhadap dunia) dan ditempatkan di puncak tangga <em>Al-Inayah</em> hingga beliau mencapai maqom yang telah ditentukan dan didudukkan  di puncak  <em>ruh Azaly</em> . Dia berbicara dengan hikmah dari lembaran-lembaran cahaya, bercampur dengan kepekatan rahasia<strong>Nya</strong>. Hilang kesadarannya ketika berada di Hadirat <strong>Allah</strong> dan tidak pernah terputus denagn <strong>Allah</strong> ketika Ia kembali sadar<em>. </em>Berdiri dengan penuh rasa malu, berbicara dengan tawadhu’ mendekatkan diri dengan penuh kerendahan, berbicara dengan kemuliaan , baginya ucapan selamat dan salam terbaik adalah berasal dari Tuhannya. ‘Apakah di dunia ini ada orang yang memiliki ciri seperti itu ?’ tanya seseorang kepada beliau’Ada, dan <strong>Syeh Abdul Qodir pemimpin mereka’</strong>jawab beliau.    <em><br />
</em></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/masharryy.wordpress.com/17/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/masharryy.wordpress.com/17/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/masharryy.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/masharryy.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/masharryy.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/masharryy.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/masharryy.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/masharryy.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/masharryy.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/masharryy.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/masharryy.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/masharryy.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/masharryy.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/masharryy.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/masharryy.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/masharryy.wordpress.com/17/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=masharryy.wordpress.com&amp;blog=347396&amp;post=17&amp;subd=masharryy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://masharryy.wordpress.com/2006/12/21/manakib-14/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/39c0a846a24d6910a412b1bffeed14dc?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Mas Hary</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Manakib Bagian 13</title>
		<link>http://masharryy.wordpress.com/2006/11/30/manakib-bagian-13/</link>
		<comments>http://masharryy.wordpress.com/2006/11/30/manakib-bagian-13/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 30 Nov 2006 04:41:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ashari</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://masharryy.wordpress.com/2006/11/30/manakib-bagian-13/</guid>
		<description><![CDATA[Bismilahirrohmaanirrohiim AlhamdulilahiRobbil Aalamiin Asholaatu Wasalaamu &#8216;alaa Sayyidil Mursaliin, Sayyidinaa Wamaulanaa Muhammadin Wa Alaa Aalihi Washohbihii Ajma&#8217;iin Amma Ba&#8217;du Dikisahkan bahwa Abu Said Abdulah Bin Ahmad bn Ali Al Baghdadi Al-Azji bercerita,&#8217;Tahun 537 H., anak perempuanku &#8211; seorang perawan berusia 16 tahun naik ke atas atap rumahku dan hilang. Akupun pergi ke Syeh Abdul Qodir mengadukan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=masharryy.wordpress.com&amp;blog=347396&amp;post=15&amp;subd=masharryy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><span id="more-15"></span></p>
<p align="center">Bismilahirrohmaanirrohiim</p>
<p align="center">AlhamdulilahiRobbil Aalamiin</p>
<p align="center">Asholaatu Wasalaamu &#8216;alaa Sayyidil Mursaliin, Sayyidinaa Wamaulanaa Muhammadin Wa Alaa Aalihi Washohbihii Ajma&#8217;iin Amma Ba&#8217;du</p>
<p align="center"><cite>Dikisahkan bahwa Abu Said Abdulah Bin Ahmad bn Ali Al Baghdadi Al-Azji bercerita,&#8217;Tahun 537 H., anak perempuanku &#8211; seorang perawan berusia 16 tahun naik ke atas atap rumahku dan hilang. Akupun pergi ke <strong>Syeh Abdul Qodir </strong>mengadukan hal tersebut. Beliau berkata kepadaku, &#8220;pergilah ke pegunungan Al-Karh. Duduklah di puncak ke lima kemudian buatlah lingkaran di sekitarmu sambil berkata <u>&#8216;<em>Bismilahirrohmaanirrohiim, atas niat <strong>Syeh Abdul Qodir</strong></em></u><em> . Nanti ketika hari mulai gelap akan banyak jin yang melewqtimu. Mereka tidak akan dapat menyakitimu. Pada waktu sahur nanti raja-raja mereka akan lewat dngan bala tentaranya dan mereka akan menanyakan hajatmu. Saat itulah ceritakan kepada mereka perihal putrimu.</em></cite></p>
<p>Aupun melaksanakan apa yang diperintahkan <strong>Syeh Abdul Qodir  </strong>. Ketika hari mulai gelap gerombolan jin dngan bentuk yang menakutkan melewatik. Namun mereka tidak dapat menyentuhku ataupun menembus lingkaran tersebut. Gerombolan demi gerombolan jin terus melewatiku sampai akhirnya datanglah raja mereka menunggang kuda dan berdiri di luar lingkarang menghadap ke arahku. dia berkata &#8216;hai manusia apa keperluanmu&#8217;. &#8216;<strong>Syeh Abdul Qodir </strong>mengutusku kepadamu&#8217;jawabku. Begitu mendengar nama <strong>Syeh Abdul Qodir</strong> raja jin trsebut turun dari kudanya, mencium tanah dan duduk, begitu pula dengan para jin yang menyertainya. Kemudian ia berkata &#8216;apa yang erjadi padamu?&#8217;. Akupun menceritakan kisahku kepadanya. Setelah mendengar penuturanku, iapun berkata kepada para jin &#8220;Siapa yang melakukan ini?&#8221;. Tidak ada seorangpun yang mengakuinya . Lalu datanglah seorang jin bersama anakku. Sang Raja berkata &#8216;ini adalah pembengkan dari negeri cina&#8217;. &#8216;Apa yang mendorongmu berani melakukan ini di bawah atap <em><strong>Sang Qutb</strong></em> .tanya Raja kepadsa jin tersebut. Jin tersebut berkata &#8216;Perempuan ini menarik hatiku, dan aku sangat mencintainya&#8217;. Sang Raja kemudian memerintahkan untuk memenggal kepala jin tersebut dan menyerahkan anakku kembali. Aku berkata kepadanya &#8216;Aku belum pernah melihat jin dengan derajad sepertimu memenuhi perintah <strong>Syeh Abdul Qodir</strong>&#8216;. Dia berkata&#8217;Benar, dari rumahNya beliau memandang kepada jin pembangkang yang pada waktu itu berada di dasar bumi. Kewibawaannya membuat para pembangkang tersebut kembali ke tempat mereka. Sesungguhnya jika Allah mengangkat seseorang sebagai <em><strong>Qutb  </strong></em>maka <strong>Ia </strong>akan menjadikannya sebagai <strong><em>Qutb</em></strong> di antara manusia dan jin.<em><strong><br />
</strong></em></p>
<p><em><strong> </strong></em></p>
<p align="center"><em><strong> </strong></em></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/masharryy.wordpress.com/15/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/masharryy.wordpress.com/15/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/masharryy.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/masharryy.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/masharryy.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/masharryy.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/masharryy.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/masharryy.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/masharryy.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/masharryy.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/masharryy.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/masharryy.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/masharryy.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/masharryy.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/masharryy.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/masharryy.wordpress.com/15/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=masharryy.wordpress.com&amp;blog=347396&amp;post=15&amp;subd=masharryy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://masharryy.wordpress.com/2006/11/30/manakib-bagian-13/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/39c0a846a24d6910a412b1bffeed14dc?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Mas Hary</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Manakib Baian 12</title>
		<link>http://masharryy.wordpress.com/2006/10/19/manakib-baian-12/</link>
		<comments>http://masharryy.wordpress.com/2006/10/19/manakib-baian-12/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Oct 2006 06:38:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ashari</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://masharryy.wordpress.com/2006/10/19/manakib-baian-12/</guid>
		<description><![CDATA[Bismilahirrohmaanirrohiim AlhamdulilahiRobbil alamin Asholatu Wassalamu &#8216;ala Sayyidil Mursaliin Sayyidinaa Muhammadin wa &#8216;ala Aalihi wa Shohbi wa alainaa ma&#8217;aHum Amin&#8230;&#8230; Kami lanjutkan kisah kami, yaitu saat ada yang menannya kepada beliau Syeh Abdul Qodir Al-Jailani RA. &#8221; Kapan engkaumengetahui bahwa dirimu adalah wali Allah&#8221; maka beliau menjawab &#8220; Aku berusia 10 tahun ketika meihat para malaikat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=masharryy.wordpress.com&amp;blog=347396&amp;post=4&amp;subd=masharryy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center">Bismilahirrohmaanirrohiim</p>
<p align="center">AlhamdulilahiRobbil alamin</p>
<p align="center">Asholatu Wassalamu &#8216;ala Sayyidil Mursaliin</p>
<p align="center">Sayyidinaa <strong>Muhammadin </strong>wa &#8216;ala <strong>Aalihi </strong>wa <strong>Shohbi</strong> wa alainaa ma&#8217;a<strong>Hum Amin&#8230;&#8230;</strong></p>
<p align="left">Kami lanjutkan kisah kami, yaitu saat ada yang menannya kepada beliau <strong>Syeh Abdul Qodir Al-Jailani RA. </strong>&#8221; Kapan engkaumengetahui bahwa dirimu adalah wali Allah&#8221; maka beliau menjawab <strong>&#8220;</strong> Aku berusia 10 tahun ketika meihat para malaikat berjalan di sampingku saat aku berangkat ke sekolah. Dan setibnanya di sanba para malaikat tersebut berkata &#8220;Berikan jalan bagi Wali Allah&#8221; sampai aku duduk.  Pernah suatu hari seseorang lewat di hadapanku dan dia mendengar para malaikat mengatakan hal tersebut . Dia bertanya kepada salah seorang malaikat tersebut &#8220;ada apa dengan Anak kecil ini ?&#8221; Sang Malaikat berkata &#8220;Ini sudah ditakdirkan dari <em>Baitul Asyrof,  </em>(rumah paling mulia /&#8217;Ars. Beliau bekata &#8220;Anak ini kana menjadi orang besar . Dia telah diberi anugerah yang tidak dapat ditolaknya, dibukakan hijabnya, dan telah didekatkan&#8221;. &#8220;Empat puluh tahun kemudian baru aku mengetahui bahwa orang tersebut adalah salah seorang <em>Abdal </em>pada saat itu.</p>
<p align="left"><strong>Sayyidinaa Syeh Abdul Qodir Al-Jailany RA  </strong>berkata &#8220;Janganlah engkau  memilih untuk  selalu dalam ni&#8217;mat Allah. Atau pila janganlah kamu menghindar dari Bala&#8217; atau uyjuan dari Allah. Karena sesungguhnya ni&#8217;mat <strong>Allah </strong>pasti akan sampai kepadamu apabila telah sampai masanya baik engkau usahakan dengan sungguh-sungguh maupu tidak . Demikian juga bala&#8217; atau musaibah akan juga sampai kepadamu meskipun engkau membencinya. Oleh karena itu serahkanlah dirimu kepada <strong>Allah</strong> atas apa yang dikehendaki<strong>Nya</strong>. Jika datang ni&#8221;mat ke padamu, maka bergegaslah bersyukur kepada <strong>Allah</strong> dan apabila datang kepadamu Bala&#8217; maka bergegaslah dirimu bersabar terhadapnya. Apabila kamu menginginkan di atas itu, maka ridholah kamu atas bala&#8217; itu dan rasakanlah ni&#8217;matnya musibah. Ketahuilah sesungguhnya musibah yang menimpa seorang mu&#8217;min bukanlah untuk menghancurkan orang Mu&#8217;min tersebut akan tetapi untuk memperbaiki keadaan orang mu&#8217;min itu. Pada umumnya, apabila hati seseorang menjadi kotor karena melakukan perbuatan dosa, maka <strong>Allah </strong>akan menurunkan ujian atau musibah kepadanya berupa penyakit, sebagi tebusan atas apa yang ia perbuat, agaar ia pantas duduk berdampingan engan <strong>Allah</strong>, baik hal itu ia sadari atau tidak&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.</p>
<p align="left">Alfu Sholatin &#8216;Ala <strong>Sayyidil Mursaliin wa Aalihi wa Shohbihi Ajma&#8217;iin</strong></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/masharryy.wordpress.com/4/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/masharryy.wordpress.com/4/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/masharryy.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/masharryy.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/masharryy.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/masharryy.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/masharryy.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/masharryy.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/masharryy.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/masharryy.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/masharryy.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/masharryy.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/masharryy.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/masharryy.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/masharryy.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/masharryy.wordpress.com/4/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=masharryy.wordpress.com&amp;blog=347396&amp;post=4&amp;subd=masharryy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://masharryy.wordpress.com/2006/10/19/manakib-baian-12/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/39c0a846a24d6910a412b1bffeed14dc?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Mas Hary</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Manakib bagiab 11</title>
		<link>http://masharryy.wordpress.com/2006/10/18/manakib-bagiab-10/</link>
		<comments>http://masharryy.wordpress.com/2006/10/18/manakib-bagiab-10/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Oct 2006 09:03:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ashari</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://masharryy.wordpress.com/2006/10/18/manakib-bagiab-10/</guid>
		<description><![CDATA[Bismilahirrohmaanirrohiim AlhamdulilahiRobbil&#8217;Alamiin Asholatu Wasalamu &#8216;ala Sayyidil Mursaliin, Sayyidinaa wa Maulanaa Muhammad SAW. Amma ba&#8217;du Syeh Abu Bakar Attaimi meriwayatkan  Bahwa Syeh Abdul Qodir Al Jailani berkata&#8221; &#8221; Pernah karena kehabisan uang , aku berharti-hari tidak makan. Aku sampai mencari-cari makanan sisa untuk aku makan. Suatu hari dengan perut kelaparan aku pergi ke tepi sungai dengan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=masharryy.wordpress.com&amp;blog=347396&amp;post=14&amp;subd=masharryy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center">Bismilahirrohmaanirrohiim</p>
<p align="center">AlhamdulilahiRobbil&#8217;Alamiin</p>
<p align="center">Asholatu Wasalamu &#8216;ala Sayyidil Mursaliin, Sayyidinaa wa Maulanaa <strong>Muhammad </strong>SAW.</p>
<p align="center">Amma ba&#8217;du</p>
<p align="left">Syeh Abu Bakar Attaimi meriwayatkan  Bahwa <strong>Syeh Abdul Qodir Al Jailani berkata&#8221;</strong> <span id="more-14"></span>&#8221; Pernah karena kehabisan uang , aku berharti-hari tidak makan. Aku sampai mencari-cari makanan sisa untuk aku makan. Suatu hari dengan perut kelaparan aku pergi ke tepi sungai dengan harapan mendapatkan daun kol atau makanan lain yang sudah dibuang.  Sesampainya di sana aku melihat orang lain telah mendahuluiku mencari sisa-sisa makanan. Aku mundur karena merasa tidak pantas mengganggu mereka. Dan setiap aku tiba di tempat biasa orang membuang makanan mereka, akupun menemukan orang lain mendahuluiku. Akhirnya dengan tubuh yang sangat lemas, aku pergi ke sebuah masjid di pasar Rihaniyyin dan duduk bersandar di dindingnya, pasrah menghadapi maut.</p>
<p align="left">&nbsp;</p>
<p align="left">sekonyong-konyonh masuk seorang asing dengan roti dan sepotong daging lalu mulai makan .  Hampir setiap orang tersebut mengangkat tangannya ke mulut,  tanpa sadar mulutku ikut terbuka. Sampai akhirnya aku berkata kepada diriku &#8220;apa ini, tidak ada tempat di sini (dalam hati ) kecuali Allah. Tiba-tiba orang asing tersebut melihat diriku dan menawarkan makanan itu, namun aku menolaknya. Dan aku baru menerima tawarannya dn memakan sepotomh roti setelah ia bersumpah akan berkeras menawarkan makanan tersebut kepadaku.</p>
<p align="left">&nbsp;</p>
<p align="left">    Sambil makan ia menanyakan apa yang aku lakukan di Baghdad dan dari mana asalku. Aku berkata kepadanya bahwa aku sedang menuntut ilmu di Baghdad dan berasal dari Jilan. Mendengar jawabanku ia berkata &#8221; Aku juga berasal dari Jilan, apakah engkau mengenal seorang pemuda asal Jilan yang bernama <strong>Abdul Qodir</strong> &#8220;.  &#8220;itu aku jawabku&#8221;.  Mendengar jawabanku air mukanya berubah dan dia berkata &#8221; Demi Allah saudaraku, ketika aku tiba di Baghdad dan mencarimu, aku masih memuliki sedikit bekal untuk aku makan, namun sampai habis bekalku dan hanya titipanmu yang tersisa, tidak ada seorangpun yang mengetahui keberadaanmu.  Setelah tiga hari tanpa makan aku berkata kepada diriku, &#8221; Sudah tiga hari aku tidak makan dan itu artinya hukum telah membolehkanku untuk memakan bangkai (darurat&#8221;" maka aku ambil dari sedikit uang titipan ibumu untuk sekedar membeli makan. Sekarang makanlah makanan ini karena semua ini adalah milikmu. Aku sekarang tamumu&#8221;.</p>
<p align="left">&nbsp;</p>
<p align="left">Aku (<strong>Syeh Abdul Qodir)  </strong>berkata kepadanya &#8220;Apa titpan ibuku?&#8217;. &#8220;Ibumu  menitipkan 8 dinar untukmu dan aku ambil sedikit dari uang tersebut  untuk membeli makanan. Untuk pengkhianatan atas titipan ini , aku mohon maaaf kepadamu  walaupun hukum membolehkanku malakukan hal itu&#8221;.  &#8220;Aku (<strong>Syeh)</strong> menenangkannya dan mempersilahkannya makan. Kemudian setelah aku memberinya bekal, orang tersebut pun pergi.</p>
<p align="left">&nbsp;</p>
<p align="left">Semoga Shalawat terlimpah atas Junjungan kita <strong>Nabi Besar Muhammad SAW </strong> beserta keluarga dan para sahabatnya, juga kepada idola guru kita pembimbing ruhani kita <strong>Syeh Abdul Qodir Al Jailani RA</strong> dan semoga limpahan rahmat tersebut mengalir juga kepada kita semua, anak cucu kita ila Yaumil Qiyaamah Amin&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.</p>
<p align="left">&nbsp;</p>
<p align="left">Kritik saran kirimkan ke  <strong>Mas_harryy@telkom,net</strong></p>
<p align="left">Ada beberapa solusi masalah kunjungi  <strong>WWW.Solusi.Wordpress.com</strong></p>
<p align="left">&nbsp;</p>
<p align="left">&nbsp;</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/masharryy.wordpress.com/14/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/masharryy.wordpress.com/14/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/masharryy.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/masharryy.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/masharryy.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/masharryy.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/masharryy.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/masharryy.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/masharryy.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/masharryy.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/masharryy.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/masharryy.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/masharryy.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/masharryy.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/masharryy.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/masharryy.wordpress.com/14/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=masharryy.wordpress.com&amp;blog=347396&amp;post=14&amp;subd=masharryy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://masharryy.wordpress.com/2006/10/18/manakib-bagiab-10/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/39c0a846a24d6910a412b1bffeed14dc?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Mas Hary</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Manakib Bagian 10</title>
		<link>http://masharryy.wordpress.com/2006/10/16/manakib-bagian-10/</link>
		<comments>http://masharryy.wordpress.com/2006/10/16/manakib-bagian-10/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Oct 2006 05:17:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ashari</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://masharryy.wordpress.com/2006/10/16/manakib-bagian-10/</guid>
		<description><![CDATA[BIsmilaahirrohmaanirrohiim Alhamdulilahirrohmaanirrohiim, Asholaatu Wasalaamu &#8216;ala Sayyidinaa wa Maulanaa Muhammadin. wa &#8216;alaa Aaalihii washohbihi ajma&#8217;iin amma ba&#8217;du &#160; Berikut akan kami lanjutkan kisah atau manakib dari Rajanya para Wali yaitu Syeh Abdul Qodir Al-Jailani RA.  Syeh Abu Su&#8217;ud meriwayatkan bahwa  beliau pernah mendengar Syeh AbdulQodir berkata &#8220;Selama 25 tahun aku mendiami padang pasir Iraq, selama itu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=masharryy.wordpress.com&amp;blog=347396&amp;post=13&amp;subd=masharryy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;">BIsmilaahirrohmaanirrohiim</p>
<p style="text-align:center;">Alhamdulilahirrohmaanirrohiim, Asholaatu Wasalaamu &#8216;ala  Sayyidinaa wa Maulanaa <span style="font-weight:bold;">Muhammadin.</span> wa &#8216;alaa Aaalihii washohbihi ajma&#8217;iin amma ba&#8217;du</p>
<p style="text-align:left;">&nbsp;</p>
<p style="text-align:left;">Berikut akan kami lanjutkan kisah atau manakib dari Rajanya para Wali yaitu <span style="font-weight:bold;">Syeh Abdul Qodir Al-Jailani RA. </span></p>
<p style="text-align:left;">Syeh Abu Su&#8217;ud meriwayatkan bahwa  beliau pernah mendengar <span style="font-weight:bold;">Syeh AbdulQodir berkata &#8220;</span>Selama 25 tahun aku mendiami padang pasir Iraq, selama itu aku tidak pernah bertemu dengan orang, maupun diketemukan orang. Pada masa itu sekelompok <span style="font-style:italic;">Jin dan Rijal Gaib</span> datang kepadaku dan aku mengajarkan jalan menujun Allah kepada mereka. Nabi Khidir AS menemaniku pada saat akutiba di Iraquntuk pertama kali walaupun aku tidak pernah berjumpa beliau sebelumnya.  Baliau mengajukan syarat kepadaku untuk tidak membantahnya dan berkata kepadaku &#8220;<span style="font-weight:bold;">Duduk di sini&#8221;  </span>akupun duduk di situ selama tiga tahun dan setiap athun beliau mendatangiku dan berkata &#8220;<span style="font-weight:bold;">tetap di tempatmu sampai aku datang&#8221; </span>Pada masa itu , dunia serta segala kemewahan dan keindahannya menjelma dandatang kepadaku namun Allah melindungiku dari semua itu  Kemudian setan mendatangiku dalambentuk yang menakutkan dan memerangiku namun Allah menguatkanku.  Allah tampakkan pula nafsuku dalam bentuk yang terkadang tunduk kepada apa yang aku inginkan tapi kadang pula memerangiku dan Allah memenangkan aku atas dirinya. Semua metode mujahadah aku jalani pada masa awal perjalanan spiritualku  bertahun tahun lamanya aku menempati pinggiran kota menempa diri. Ada kalanya dalam setahun aku hanya memakan makanan dan tidak minum. Kemudian pada tahun berikutnya aku hanya minum dan tidak makan. Kamudian tahun berikutnya aku tidak makan dan minum serta tidur selama setahun.</p>
<p style="text-align:left;">&nbsp;</p>
<p style="text-align:left;">Kritik dan saran kirimkan ke Mas_harryy@telkom.net</p>
<p style="text-align:left;">Punya masalah cari solusinya di  <a href="www.solusi.wordpress.com" title="Jika anda punyabeberapa problem atau gangguan kesehatan ">www.solusi.wordpress.com</a></p>
<p style="text-align:left;">&nbsp;</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/masharryy.wordpress.com/13/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/masharryy.wordpress.com/13/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/masharryy.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/masharryy.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/masharryy.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/masharryy.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/masharryy.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/masharryy.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/masharryy.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/masharryy.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/masharryy.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/masharryy.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/masharryy.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/masharryy.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/masharryy.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/masharryy.wordpress.com/13/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=masharryy.wordpress.com&amp;blog=347396&amp;post=13&amp;subd=masharryy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://masharryy.wordpress.com/2006/10/16/manakib-bagian-10/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/39c0a846a24d6910a412b1bffeed14dc?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Mas Hary</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Manakib Bagian 9</title>
		<link>http://masharryy.wordpress.com/2006/10/12/manakib-bagian-9/</link>
		<comments>http://masharryy.wordpress.com/2006/10/12/manakib-bagian-9/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Oct 2006 05:17:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ashari</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://masharryy.wordpress.com/2006/10/12/manakib-bagian-9/</guid>
		<description><![CDATA[Bismilahirrohmaanirrohiim Alhamdulillahirrobil alamiin,  Asholatu &#8216;ala Sayyidil mursaliin, Sayyidinaa Muhammadin wa &#8216;ala Aalihi washohbihi wasallim amma ba,du. &#160; Baiklah kita  lanjutkan kisahnya. Syeh Ustman Shoirofy meriwayatkan bahwa Syeh Abdul Qodir bercerita &#8220;Siang maupun malam aku tinggal di padang pasir, pada awal tirakatku. Sepanjang masa itu para setan mendatangiku berbaris dengan rupa yang menakutkan, menyandang senjata dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=masharryy.wordpress.com&amp;blog=347396&amp;post=12&amp;subd=masharryy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center">Bismilahirrohmaanirrohiim</p>
<p align="center">Alhamdulillahirrobil alamiin,  Asholatu &#8216;ala Sayyidil mursaliin, Sayyidinaa Muhammadin wa &#8216;ala Aalihi washohbihi wasallim amma ba,du.</p>
<p align="left">&nbsp;</p>
<p align="left">Baiklah kita  lanjutkan kisahnya.</p>
<p align="left">Syeh Ustman Shoirofy meriwayatkan bahwa <strong>Syeh Abdul Qodir </strong>bercerita &#8220;Siang maupun malam aku tinggal di padang pasir, pada awal tirakatku. Sepanjang masa itu para setan mendatangiku berbaris dengan rupa yang menakutkan, menyandang senjata dan melontarikudengan api. Namun saat itu pulaku mendapatkan keteguhan dalam hatiku yang tak dapat aku ceritakan dan aku mendengar suara dari dalam hatiku yang berkata &#8220;Bangkit hai <strong>Abdul Qodir</strong>&#8221; telah kami teguhkan engkau dan kami dukung engkau. dan ketika aku bangkit mereka pun kocar-kacir, kembali ke tempat semula</p>
<p align="left">      Setelah itu ada setan lagi datang dan mengancamku dengan berbagai ancaman, akupun bangun dan menamparnya hingga dia lari pontang panting. Kemudian aku baca <em>Laa haula walaa quwwata illa billahil &#8216;aliyyil &#8216;adziim,  </em>dan terbakarlah ia. Di lain waktu setan mendatangiku dengan rupa seorang yang buruk rupa dan berbau busuk seraya berkata &#8220;Aku Iblis datang melayanimu  karena ku dan para pengikutku telah putus asa terhadapmu. &#8220;<strong>Pergi&#8221; </strong>kataku kepadanya. aku tidak percaya dengan apa yang engkau ucapkan. Saat itu muncul tangan dari langit memukul ubun-ubunnya hngga iblis tersebut terbenam ke dalam bumi.</p>
<p align="left">      Ke dua kalinya iblis tersebut mendatangiku dengan membawa sebuah bola api untuk menghancurkan aku. Ketika itu datanglah seorang berjubah dengan mengendarai seekor kuda memberikan sebilah pedang kepadaku. Melihat hal ini si iblis mundur, tidak jadi menyerangku.</p>
<p align="left">     Ketiga kalinya aku melihat iblis duduk menjauh dariku sambil menaburkan tanah di kepalanya seraya berkata &#8221; Aku putus asa terhadap dirimu wahai Abdul Qodir&#8221; maka aku jawab &#8220;<strong>Aku tetap curiga terhadapmu&#8221;.</strong> mendengar jawabanku ini iblis berkata &#8221; ini lebih dahsyat daripada bala&#8221;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;..</p>
<p align="left">&nbsp;</p>
<p align="left">Kritik dan saran ke Mas_harryy@yahoo.com</p>
<p align="left"> ada masalah cari solusinya di www.solusi.wordpress.com</p>
<p align="left">&nbsp;</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/masharryy.wordpress.com/12/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/masharryy.wordpress.com/12/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/masharryy.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/masharryy.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/masharryy.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/masharryy.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/masharryy.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/masharryy.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/masharryy.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/masharryy.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/masharryy.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/masharryy.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/masharryy.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/masharryy.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/masharryy.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/masharryy.wordpress.com/12/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=masharryy.wordpress.com&amp;blog=347396&amp;post=12&amp;subd=masharryy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://masharryy.wordpress.com/2006/10/12/manakib-bagian-9/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/39c0a846a24d6910a412b1bffeed14dc?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Mas Hary</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Manakib Syeh Abdul Qodir Al Jailany Bagian 8</title>
		<link>http://masharryy.wordpress.com/2006/10/09/manakib-syeh-abdul-qodir-al-jailany-bagian-8/</link>
		<comments>http://masharryy.wordpress.com/2006/10/09/manakib-syeh-abdul-qodir-al-jailany-bagian-8/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Oct 2006 06:41:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ashari</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://masharryy.wordpress.com/2006/10/09/manakib-syeh-abdul-qodir-al-jailany-bagian-8/</guid>
		<description><![CDATA[Bismilahirrohmanirrohim Asholatu &#8216;ala Sayyidil Mursaliin, Sayyidinaa wa Maulanaa Muhammad SAW Wa &#8216;ala aalihi Washohbihi Ajma&#8217;iin Amiin &#160; Pada Suatu hari Syeh Muhammad bin Qaid bertanya kerpada Syeh Abdul Qodir Al-Jailani RA. &#8221; Apa yang membuatmu meraih derajat setinggi ini di sisi Allah&#8221; maka beliau menjawab &#8220;kejujuran&#8221;. &#8220;Tidak pernah sesekali aku berboohong bahkan ketika aku masih [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=masharryy.wordpress.com&amp;blog=347396&amp;post=11&amp;subd=masharryy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center">Bismilahirrohmanirrohim</p>
<p align="center">Asholatu &#8216;ala Sayyidil Mursaliin, Sayyidinaa wa Maulanaa Muhammad SAW</p>
<p align="center">Wa &#8216;ala aalihi Washohbihi Ajma&#8217;iin Amiin</p>
<p align="left">&nbsp;</p>
<p align="left">Pada Suatu hari Syeh Muhammad bin Qaid bertanya kerpada <strong>Syeh Abdul Qodir Al-Jailani RA.</strong> &#8221; Apa yang membuatmu meraih derajat setinggi ini di sisi Allah&#8221; maka beliau menjawab <strong>&#8220;kejujuran&#8221;</strong>. &#8220;Tidak pernah sesekali aku berboohong bahkan ketika aku masih menuntut ilmu. kmudian <strong>Syeh Abdul Qodir</strong> melanjutkan ceritanya. &#8220;Ketika tiba hari Arafah, saat aku kecil, aku pergi ke sekitar Baghdad dabn menggembala sapi. Tiba-tiba sapi tersebut menoleh kepadaku dan berkata &#8221; Abdul Qodir bukan untuk ini engkau diciptakan&#8221;. masih dalam keadaan terkejut aku pulang ke rumah dan naik ke atap  rumah, di sana aku melihat orang-orang yang sedang melaksanakan Wukuf dinpadang arafah. Aku lalu tiurun dan berkata kepada ibuku, &#8220;Ibu serahkanlah diriku kepada Allah dan ijinkanlah aku menuntut ilmu di Baghdad.&#8221;</p>
<p align="left">&nbsp;</p>
<p align="left">    Ketika beliau menanyakan apa yang menyebabkan aku mengajukan permintaan tersebut, maka aku ceritakan kisahku tadi dan beliaupun menangis. Kemudain beliau mengambil uang 80 dinar peninggalan ayahku, dan memberikannya kepadaku. Aku tinggalkan 40 dinar untuk adikku, dan ibu menjahitkan uang yang 40 dinar dibalik lengan bajuku. Beliau memintaku berjanji untuk selalu jujur dalam kondisi apapun. Aku menyanggup[i hal tersebut,</p>
<p align="left">Akupun pergi ke Baghdad mengikuti sebuah kafilah kecil, namun setibanya kami di Rabik, daerah selatan Hamdzan, muncul 60 orang perampok yang merampok kafilah tersebut tanpa memperdulikan diriku. Salah seorang perampok tersebut berkata kepadaku,  &#8220;Hai orang miskin apa yang engkau miliki ?&#8221; &#8220;<strong>40 dinar jawabku&#8221;</strong> di mana uang tersebut ? tanyanya kembali <strong>&#8220;dijahitkan dibawah ketiak lengan bajuku&#8221;.  </strong>mengira aku bercanda, maka perampok tersebut pergi dan tidak memperdulikan aku. Kemudian datang perampok lainnya dan menanyakan pertanyaan yang sama, dan akupun menjawabnya dengan jawaban yang sama. Kali ini perampok tersebut melaporkan apa yang ia drngan kepada ketuanya yang sedang membagi-bagi hasil rampokan di sebuah bukit kecil.</p>
<p align="left">    Mendengar laporan tersebut kepala perampok berkata &#8220;bawa dia kemari&#8221;. kepala perampok tersebut menanyakan pertanyaan yang sama kepadaku maka ku jawab dengan jawaban yang sama. Kemudian ia memerintahkan anak buahnya untuk melepaskan bajuku, merobek jahitannya dan mereka menemukan uang tersebut.  &#8220;Mengapa engkau lakukan ini ?&#8221; katanya. maka aku jawab <strong>&#8221; Aku telah berjanji epada ibuku untuk tidak berbohong, dan aku tidak ingin mengingkari janjiku pepadanya.&#8221;</strong> mendengar jawabanku tersebut kepala perampok lalu menangis, dan berkata&#8221; Engkau tidak mau menghianati janjimu kepada ibumu, sedang aku hingga saat ini selalu engingkari janji Allah&#8221; kepala perampok itupun bertobat ditanganku.</p>
<p align="left">Melihat hal tersebut para pengikutnya berkata &#8221; Engkau adalah ketuta kami dalam hal merampok, sekarang engkau ketua kami dalam hal bertobat&#8221;. lalu mereka semua bertobat dan mengembalikan apa yang mereka ambil dari kafilah tersebut merekalah orang-orang yang pertama bertobat di tanganku&#8221;</p>
<p align="left">Semoga kita dapat mengambil hikmah dari kisah tersebut Amin&#8230;&#8230;.</p>
<p align="left">pertanyaan/kritik saran klik MAS_HARRYY@TELKOM.NET</p>
<p align="left">ada masalah, cari solusinya di www.solusi.wordpress.com</p>
<p align="left">&nbsp;</p>
<p align="left">&nbsp;</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/masharryy.wordpress.com/11/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/masharryy.wordpress.com/11/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/masharryy.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/masharryy.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/masharryy.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/masharryy.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/masharryy.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/masharryy.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/masharryy.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/masharryy.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/masharryy.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/masharryy.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/masharryy.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/masharryy.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/masharryy.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/masharryy.wordpress.com/11/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=masharryy.wordpress.com&amp;blog=347396&amp;post=11&amp;subd=masharryy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://masharryy.wordpress.com/2006/10/09/manakib-syeh-abdul-qodir-al-jailany-bagian-8/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/39c0a846a24d6910a412b1bffeed14dc?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Mas Hary</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Manakib Syeh Abdul Qodir Al-Jailany 7</title>
		<link>http://masharryy.wordpress.com/2006/09/29/manakib-syeh-abdul-qodir-al-jailany-7/</link>
		<comments>http://masharryy.wordpress.com/2006/09/29/manakib-syeh-abdul-qodir-al-jailany-7/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 29 Sep 2006 06:12:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ashari</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://masharryy.wordpress.com/2006/09/29/manakib-syeh-abdul-qodir-al-jailany-7/</guid>
		<description><![CDATA[Bismilahirrohmaanirrohiim Alhamdulillahirobbil &#8216;Alamin Washolatu &#8216;ala Sayyidil Mursaliin Sayyidinaa MUhammad wa &#8216;alaa aalihi washohbihi Ajma&#8217;iin &#160; perkenankanlah kali ini kami sedikit menyampaikan sekilas tentang kelahiran beliau Syeh Abdul Qodir al-Jailany RA.B &#160; Beliau lahir di kota Jiilan, daerah sekitar Tabristaan, berdekatan dengan kota Baghdad Irak. Beliau lahir pada tanggal 1 Romadhon, ada beberapa keanehan yang terjadi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=masharryy.wordpress.com&amp;blog=347396&amp;post=10&amp;subd=masharryy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;">Bismilahirrohmaanirrohiim</p>
<p style="text-align:center;">Alhamdulillahirobbil &#8216;Alamin</p>
<p style="text-align:center;">Washolatu &#8216;ala Sayyidil Mursaliin Sayyidinaa MUhammad wa &#8216;alaa aalihi washohbihi Ajma&#8217;iin</p>
<p style="text-align:left;">&nbsp;</p>
<p style="text-align:left;"> perkenankanlah kali ini kami sedikit menyampaikan sekilas tentang kelahiran beliau <span style="font-weight:bold;">Syeh Abdul Qodir al-Jailany RA.B</span></p>
<p style="text-align:left;">&nbsp;</p>
<p style="text-align:left;">Beliau lahir di kota Jiilan, daerah sekitar Tabristaan, berdekatan dengan kota Baghdad Irak. Beliau lahir pada tanggal 1 Romadhon, ada beberapa keanehan yang terjadi berkenaan dengan kelahiran <span style="font-weight:bold;">Beliau RA</span> yaitu ketika pada siang hari bulan romadhon, beliau tidak mau meminum air susu dari ibu beliau dengan kata lain beliau sudah melakukan ibadah puasa sejak beliau masih kecil. Dan apabila telah tenggelam matahari, maka baru beliau mau meminum air susu dari ibu beliau.</p>
<p style="text-align:left;">Demikian hal ini berlangsung setiap hari sehingga para tetangga dan ahli penduduk di sekitarnya mengetahui hal ini. bahkan penduduk di derah tersebut menjadikan beliau yang masih dalam ayunan ibunya tersebut dijadikan sebagai tanda, yaitu apabila beliau pada senja hari sudah mau meminum air susu maka mereka juga baru mau berbuka puasa karena hal ini menjadi tanda kalai matahari telah tenggelam dan telah memasuki waktu magrib.</p>
<p style="text-align:left;">&nbsp;</p>
<p style="text-align:left;">&nbsp;</p>
<p style="text-align:left;">&nbsp;</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/masharryy.wordpress.com/10/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/masharryy.wordpress.com/10/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/masharryy.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/masharryy.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/masharryy.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/masharryy.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/masharryy.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/masharryy.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/masharryy.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/masharryy.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/masharryy.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/masharryy.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/masharryy.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/masharryy.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/masharryy.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/masharryy.wordpress.com/10/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=masharryy.wordpress.com&amp;blog=347396&amp;post=10&amp;subd=masharryy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://masharryy.wordpress.com/2006/09/29/manakib-syeh-abdul-qodir-al-jailany-7/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/39c0a846a24d6910a412b1bffeed14dc?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Mas Hary</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Manaib Syeh AbdulQodir Al-Jailany 6</title>
		<link>http://masharryy.wordpress.com/2006/09/09/manaib-syeh-abdulqodir-al-jailany-6/</link>
		<comments>http://masharryy.wordpress.com/2006/09/09/manaib-syeh-abdulqodir-al-jailany-6/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 09 Sep 2006 10:36:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ashari</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://masharryy.wordpress.com/2006/09/09/manaib-syeh-abdulqodir-al-jailany-6/</guid>
		<description><![CDATA[BIsmilahirrohmaanirrohiim Asholatu Wassalamu &#8216;ala Sayyidil Mursaliin Sayyidina Wamaulanaa Muhammad, Wa&#8217;alaa Aalihi Washohbihi Ajma&#8217;iin Assalamu&#8217;alaikum Wr.Wb Berikut sisi lain dari Manakib Syeh Abdul Qodir Al-Jailany RA, Diceritakan pada suatu hari Syeh Abdul Qodir Al-Jailany RA sedang memberikan pengajian  di Majlis ta&#8217;lim yang beliau pimpin. Tiba-tiba ada kotoran berupa tanah atau debu yang jatuh dari atas tempat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=masharryy.wordpress.com&amp;blog=347396&amp;post=9&amp;subd=masharryy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center">BIsmilahirrohmaanirrohiim</p>
<p align="center">Asholatu Wassalamu &#8216;ala Sayyidil Mursaliin</p>
<p align="center">Sayyidina Wamaulanaa Muhammad, Wa&#8217;alaa Aalihi Washohbihi Ajma&#8217;iin</p>
<p align="center"><strong>Assalamu&#8217;alaikum Wr.Wb</strong></p>
<p align="left">Berikut sisi lain dari Manakib <strong>Syeh Abdul Qodir Al-Jailany RA,</strong></p>
<p align="left">Diceritakan pada suatu hari <strong>Syeh Abdul Qodir Al-Jailany RA sedang memberikan pengajian</strong>  di Majlis ta&#8217;lim yang beliau pimpin. Tiba-tiba ada kotoran berupa tanah atau debu yang jatuh dari atas tempat duduk <strong>beliau, </strong>dan<strong> </strong>mengenai baju beliau. Seketika itu pula beliau membersihkannya, atau menepisnya sehingga kotoran itu tidak lagi ada di pakaian beliau.</p>
<p align="left">Selang beberapa lama, jatuh lagi kotoran yang sama, yaitu berupa tanah yang jatuh dari atas tempat duduk beliau, dan mengotori baju beliau lagi. Maka beliaupun membersihkan kotoran itu seperti pada saat yang pertama tadi. Setelah itu beliau melanjutkan pengajian. Tak lama kemudian jatuh lagi kotoran yang ketiga kalinya mengenai pakaian beliau lagi, maka seketika beliau menengok ke atas, maka terlihatlah ada seekor tikus di atas beliau. Ketika beliau melihat ke arah tikus itu, maka terlihatlah tikus itu jatuh dan mati. Kemudian diambilah tikus itu dan beliau tertegun sejenak dan menangislah beliau. Para hadirin pun bertanya mengapa beliau menangis, maka beliaupun berkata, <strong>&#8220;Aku menangis karena aku khawatir pada suatu saat nanti ada seorang Muslim yang menyakiti hatiku, maka ia akan mendapatkan balasan seperti apa yang dialami oleh tikus ini&#8221;.</strong></p>
<p align="left">Demikianlah sekelumit kisah ini semoga menjadikan pelajaran bagi kita bahwa sedah seharusnyalah kita mencintai para <strong>Nabi SAW, </strong>dan mencintai para Wali kekasih Allah terlebih kepada <strong>Sulthonul Auliya Sayyidinaa Syeh AbdulQodir Al-Jailany RA.</strong> agar kita selalu mendapatkan limpahan berkahnya&#8230;Amin</p>
<p align="left">Kritik dan saran ke <a href="mailto:Mas_harryy@telkom.net">Mas_harryy@telkom.net</a></p>
<p align="left">Solusi masalah Gratis, pengobatan alternatif beberapa penyakit dan beberapa masalah sehari-hari kunjungi <a href="http://www.solusimasalahgratis.wordpress.com/">www.solusimasalahgratis.wordpress.com</a> , situs ini masih dalam tahap update sedikit demi sedikit.</p>
<p align="left">Wassalamu&#8217;alaikum Wr.Wb</p>
<p align="left">&nbsp;</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/masharryy.wordpress.com/9/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/masharryy.wordpress.com/9/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/masharryy.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/masharryy.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/masharryy.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/masharryy.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/masharryy.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/masharryy.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/masharryy.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/masharryy.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/masharryy.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/masharryy.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/masharryy.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/masharryy.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/masharryy.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/masharryy.wordpress.com/9/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=masharryy.wordpress.com&amp;blog=347396&amp;post=9&amp;subd=masharryy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://masharryy.wordpress.com/2006/09/09/manaib-syeh-abdulqodir-al-jailany-6/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/39c0a846a24d6910a412b1bffeed14dc?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Mas Hary</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
