(Secercah Kado Maulid Nabi SAW)
-
Cinta berarti kecenderungan pesona sang kekasih dengan penuh kebimbangan hati.
-
Cinta adalah mengutamakan kekasihnya di atas segala yang dikasihi.
-
Cinta adalah keselarasan jiwa dengan Sang Kekasih di dalam dunia nyata maupun dunia tidak nyata.
-
Cinta adalah peleburan si pencita dengan sifat-sifat Nya dan Peneguhan Cinta-Nya dengan Dzat-Nya.
-
Cinta merupakan selaras hati dengan Kehendak-Nya.
-
Cinta berarti rasa takut bila berlaku tidak sopan pada saat menegakkan pengabdiannya.
-
Al Bustamy mengatakan, cinta adalah membebaskan segala hal-hal sebesar apapun yang datang dari egomu, dan membesarkan hal-hal yang kecil yang datang dari kekasihmu.
-
Junaid al-Bagdady menegaskan, cinta berarti merasuknya sifat-sifat Sang Kekasih, meraih sifat-sifat sang pecinta. Si pencita sudah lebur dalam kenangan dan ingatan sang kekasih.
-
Abu Abdullah al-Qurasy mengatakan, cinta berarti menyerahkan dirimu kepada Sang Kekasih tanpa sedikitpun tersisa.
-
Sedangkan Asy Syibly menyatakan, cinta yang kemudian disebut mahabbah hanya karena mahabbah sudah melenyapkan seluruh sisi hati, kecuali hanya Sang Kekasih.
Manakib 14
Bismilahirrohmaanirrohiim ASlhamdu Lilaahi Robbil”aalamiin
Asholaatu Wasalaamu ‘ala Sayyidil Mursaliin, Sayidinaa wa Maulanaa Muhammadin wa ‘alaa AaliHi wa ShohbiHi wa ‘alainaa ma’ahum AmiinB
Al-Hafid Abu Izza Abdul Mughist bin Harb Al-Baghdadi dan yang lainnya berkata ” Kita biasa hadir di majelis Syeh Abdul Qodir di ribathnya di Baghdad. Umumnya yang menghadiri majelis beliau adalah para Syaikh Iraq diantaranya ; Syaikh Alibin Hiti, Baqa bin Bathu’, Abu Sa’id Al-Qailawi, Musa bin Mahin , Abu NajibAssahrawardi, Abu karam, Abu Umar, Utsman Al Qursyi, Makarim al-Akbar, Mathar, Jaakir, Khalifah, Shidqah, Yahya Murtasyi, Ad-diya Ibrahim al-Juwaini, Abu Abdulah Muhammad al-Qazwaini, dan masih banyak lagi selanjutnya klik di siniAbu Ustman, Umar Ak-Batiahi, Qadib Al- Baan, Abul Abas Ahmad Al-Yamani, Abu Abas Ahmad Al-Qazwaini beserta muridnya Daud yang selalu melaksanakan Shalat fardhu di Makkah, Abu Abdulah Muhammad Al-Khas, Abu Umar, Ustman Al-Iraqi As-Syauki, yang konon merupakan salah seorang Rijal Ghaib ….dan lain sebagainya.
Dalam kondisi Spiritual sang Syaikh berkata “Kakiku ini ada di punggung setiap Wali”. Begitu mendengar tersebut Syeh Ali ASl-Hiti langsung bangkit dan meletakkan kaki SyehAbdul Qodir Al-Jailani di pundaknya. Begitu pula dengan yang lain, mereka telah mengulurkan pundaknya untuk melaksanakan hal tersebut.
Syeh Ali bin Abi Barakat Shakr bin Shakr meriwayatkan bahwa ia pernah mendengar ayhnya pernah berkata “Aku penah berkata kepada pamanku Syeh Uday bin Musafir ‘Sepanjang pengetahuan anda selain Syeh Abdul Qodir Al-Jailani adakah para ulama terdahulu yang berkata ‘Kedua kakiku ini ada di pungggung setiap Wali Allah ?’ “Tidak” jawabnya. ‘Jika memang demiian sambungku, lalu apa makna dari perkataan tersebut ?’ Beliau berkata “itu artinya Syeh Abdul Qodir telah mnecapai maqom wali Afrod . ‘Tapi bukankah di setiap generasi terdapat Wali Afrad bantahku lagi. “Benar tapi tidak ada seoranpun yang diperintahkan oleh Allah untuk mengucapkan kalimat ini” jawabnya. ‘Jadi memang beliau diperintahkan untuk mengucapkan kalimat tersebut ? tanyaku. ‘ya’ jawab beliau. Kemudian beliau berkata ‘karena adanya perintah tersebut mereka meletakkan kepala . Bukankah engkau mengetahui bahwa para Malaikat as bersujud kepada Adam karena adanya perintah krpada mereka untuk melaksanakan hal tersebut.
Syeh Baqa bin Bathu An-Nahri Al-Maliki berkata ” Syeh Abdul Qodir berkata’kedua kakiku ini berada di setiap punggung Wali Allah’”. Berkenaan dengan itu Syeh Ibrahim dan Syeh Abi Hasan Ali Arrifa’i al-Bathiahi mwriwayatkan bahwa ayahnya pernah bertanya kepada pamannya Syeh Ahmad Arrifa’i ‘apakah pernyataan Syeh Abdul Qodir ‘ kedua telapak kakiku ini berada di punggung setiap wali Allah berdasarkan perintah atau tidak?’ Pernyataan tersebut berdasarkan perintah jawab beliau.
Dalam sebuah riwayat tyang dinisbatkan kepada Syeh Abi Bakaw bin Hawwar menyatakan bahwa veliau pernah berkata di majlisnya ,”Nanti akan muncul di Iraq seorang non arab yang memiliki kedudukan yang tinggi di sisi Allah dan manusia. Namanya Abdul Qodir dan tinggalnya di Baghdad, Dia akan berkata ” Kedua kakiku ini berada di setiap punggung Wali Allah” Dan setiap wali akan mengakui bahwa beliau adalah wali Afrad pada zamannya.
Sulthon Auliya dan Syaikh Islam Izzuddin bin Abdissalam berkata, ” Belum pernah kemutawatiran riwayat tenteang sebuah karomah yang sampai kepada kami sebanding dengan kemutawatiran karomah Syeh Abdul Qodir Al Jailani . Beliau adalah orang yang berpegang teguh kepada Syari’ah , menyeru orang-orang untuk melaksanakan syari’ah, dan menghindarkan diri dari yang dilarang olehNya. Beliau berbaur dengan masyarakat sambil terus menerus beribadah dan beliau bisa mencampurkannya dengan sesuatu yang menyibukkan beliau seperti menikah dan memiliki keturunan . Barang siapa yang mengikuti jalan ini maka ia lebih sempurna daripada yang lain. Ditambah lagi apa yang dinyatakan fdi atas merupakan karakter dari Rosulullohi SAW . Diantara karomah beliau adalah pernyataan beliau ‘Kedua telapak kakiku ini berada di setiap punggung Wali Allah. Hal tersebut dikarenakan kesempurnaan beliau tidak tertandinginpada masa itu yang tidak diragukan lagi menjadikannya berhak mendapatkan kehormatan tersebut.
Syeh Mathar meriwayatkan “Suatu hari ketika saya sedang berada di Zawiyah Syeh Abu Wafa’, guruku, di daerah Qailamaya beliau berkata kepadaku ‘Ya Mathar tutup pintu, jika ada seorang pemuda Ajam (non Arab) datang memohon untuk masuk maka jangan diberi dia ijin’. Akupun melaksanakan perintah beliau. ternyata yang datang adalah Syeh Abdul Qodir yang pada waktu itu masih seorang pemuda. Beliau mohon ijin untuk masuk namun Syeh Abu Wafa’ tidak mengijinkannya masuk. Saat itu aku melihat Syeh Abu Wafa’ berjalan hilir mudik dalam zawiyah dengan gelisah. Setelah itu beliau mengijinkannya untuk masuk. Ketika Syeh Abu Wafa’ melihat Syeh Abdul Qodir beliau melangkah mendekat dan memeluknya beberapa lama seraya berkata ‘Abdul Qodir‘ demi Yang Maha Agung aku tidak mengijinkanmu masuk pertama kali bukan karena keinginan zalim terhadap hakmu akan tetapi karena takut terhadap dirimu. Akan tetapi setelah aku ketahui bahwa engkau ingin belajar kepadaku dan menaatiku, baru aku merasa aman.
Syaikh Abdurrahman At-Tahfsunaji berkata “Saat Syeh Abdul Qodir datang ke Zawiyah Tajul ‘Arifin Abu Wafa’ beliau berkata kepad para muridnya ‘ Berdiri dan smbutlah Wali Allah’-Pernyataan ini mungkin terjadi pada saat Syeh Abdul Qodir sedang berjalan menuju beliau atau dikeluarkan kepada mereka yang belum bediri ketika Syeh Abdul Qodir datang- Ketika beliau megulang-ulang perintah tersebut, seorang muridnya bertanya kepada beliau sebab pernyataan tersebut. Beliau menjawab “Pada saatnya nanti pemuda ini akan menjadi sandaran baik golongan khas maupun awam. Aku seakan akan melihatnya seang berbicara di depan khalayak ,”Kedua telapak kakiku ini berada di punggung setiap Wali Allah”. dan pernyataan itu benar adanya. Pernyataan tersebut menunjukkan bahwea beliau adalah Qutb mereka pada saat itu. Barang siapa berjumpa dengannya pada sat itu, berkhidmadlah kepadanya.
Syaikh musallamah bin Naimah As-Saruji ketika ditanya tentang siapakah Qutb itu, beliau menjawab, “Beliau sekarang ada di Makkah, bersembunyi dan hanya diketahui oleh orang-orang saleh. Dan akn muncul di sini (Iraq) seorang pemuda ‘ajam yang mulia bernama Abdul Qodir Akan tampak dari beliau beberapa Karomah yang luar biasa . Beliau adalah Qutb waktunya dan Ghauts Zamannya. Baliau akn berkata di hadapan orang-orang “Kedua telapak kakiku ini ada di punggung setiap Wali Allah”, dan para Wali akan merendahkan punggungnya kepada beliau. Allah akan memberikan manfaat darinya dan dari karomahnya kepada siapa saja yang mempercayainya.
Syaikh mUhammad Yusuf Al-Aquuli berkata”Aku berniat berziarah kepada Syeh Uday Bin Musafir. Ketika aku menghadap, beliau bertanya kepadaku ‘dari mana anda ?’Aku adalah salah seorang murid Syeh Abdul Qodir ‘ Jawabku. Mendengar jawabanku bekliau berkata ‘Bagus, Qutb-Al arda (bumi) yang dengan pernyataannya “Kedua telapak kakiku ini ada di punggung setiap Wali Allah “ menjadikan 300 Wali dan 700 orang-orang Gaib yang berjalan di bumi maupun yang terbang, mengulurkan pundak mereka kepadanya dalam satu waktu”.
Kemudian aku menziarahi Syeh Ahmad Rifa’i dan menceritakan kepadanya apa yang dikatakan oleh Syeh Uday saat itu dan beliau berkata “sungguh tepat apa yang disampaikan beliau (Syeh Uday).
Syaikh Majid Al Kurdi berkata,”saat Syeh Abdul Qodir mengatakan pernyataan di atas, semua wali di bumi pada saat itu merendahkan lehernya sebagai tanda pengakuan mereka terhadap beliau. Dan tidak ada segolongan jin soleh pun yang tidak datang menghadapnya untuk bertobat dan mengakui beliau hingga mereka berdesak-desakan di pintu rumahnya.
Masih berkenaan dengan pernyataan Sang Syaikh, Syeh Abu Sa’id Al-Qailawi berkata “ketika Syeh Abdul Qodir mengatakan ‘kedua telapak kakiku ini ada di setiap punggung Wali Allah’ , Allah Tajalli dalam jiwa beliau. Kemudian sekelompok malaikat datang membawakan jubah kebesaran Rosululloh SAW untuk dipakaikan kepada beliau di hadapan para Wali terdahulu maupun yang akan datang.-yang hidup datang dengan jasadnya, yng sudah meninggal datang dengan ruhnya. Para malaikat dan Rijal Al-Ghaib mengelilingi majlisnya dan berbaris ber shaf-shaf di udara , begitu banyak jumlahnya hingga seluruh ufuk penuh dengan kehadiran mereka. Dan semua Wali yang ada di muka bumi ini menundukkan kepala untuk beliau”.
Syeikh Kholifah Al Akbar bercerita “Saat aku bertemu dengan Rosululloh SAW dalam mimpi aku bertanya kepad beliau ,’ Yaa Rosululloh Syeh Abdul Qodir trlah berkata ‘Kedua telapak kakiku ini ada di punggung setiap Wali Allah ‘ Beliau menjawab ‘Yang diucapkan leh beliu adalah benar. Bagaimana mungkin tidak benar apabila dia adalah Qutb (para wali) dan aku (Rosululloh SAW yang emngawasinya.
Di hari Jum’at 3 Ramadan 599 H. seorang pria datang menghadap Syeh Hayyan bin Qis Al-Harani di masjid Al Hiran memohon Khirqah (jubah kesifian tanda bai’at) kepada beliau. “Dalam dirimu talah terdapat tanda selain aku’ kata beliau kepadanya. orang itu berkata, ‘benar aku pernah bertemu Syeh Abdul Qodir namun tidak ber bai’at kepada beliau”. Syeh Hayyan berkata “selama beberapa waktu kita telah hidup di bawah bayangan kehidupan Syeh Abdul Qodir Al Jailani .telah kita meminum gelas-gelas kebahagiaan dari mata air pengetahuan beliau. dan Dari Beliau diperoleh rahasia para Wali menurut tingkatan mereka.
Suatu saat Syeh Lulu Al Armani ketika bertemu dengan Syeh Atha’ Al-Masri , beliau meminta untuk menyebutkan para gurunya. Syeh Lulu berkata ,”Atha’ guruku adalah Syeh Abdul Qodir Al Jailani yang menyatakan “kedua telapak kakimku ini ada di punggung setiap Wali Allah .Dan pada saat beliau selesai mengucapkan hal tersebut tercatat 313 Wali Allah dari segala penjuru dunia menundukkan kepala meeka , 17 orang berada di Haramain , 60 orang di Iraq, 40 orang di negeri non Arab, 40 orang di Syam, 20 orang di mesir, 27 orang di Maroko, 11 orang di Habsyah, 7 orang di tembok penahan Ya’juj dan Ma’juj, 7 orang di Wadi Sarandib, 47 orang di gunung Qof, 20 orang di daerah teluk. Dan banyak yang besaksi bahwa pernyataan tersebut diucapkan berdasarkan perintah Allah. Kemudian beliau melanjutkan.”Aku sendiri melihat para Wali di timur maupun di barat merundukkan kepala mereka kepada Syeh Abdul Qodir kecuali seorang Wali di daerah luar Arab yang kemudian hilang tanpa bekas. Diantara mereka yang merundukkan kepalanya kepada beliau adalah Syeh Baqa’ bin Bathu’ , Syeh Abu Sa’id Al-Qaylawy , Syeh Ahmad Arrifa’y yang dalam sebuah riwayat memanjangkan lehernya dan melihat punggungnya seraya berkata,’Memang ada di punggungku’. Saat di tanya mengenai perkataannya itu, beliau berkata,’saat ini di Baghdad , Syeh Abdul Qodir sedang berkata ,’ Kedua telapak kakiku ini ada di punggung setiap Wali Allah‘.
Termasuk diantara mereka yang menundukkan kepala kepada beliau adalah Abdurrahman Athafsunaji, Abu Najib Assahrawardi, yang mengangguk-anggukkan kepalanya ketika mendengar hal tersebut seraya berkata’di atas kepalaku. Musa Al Jazuli, Musa Al Harani, Abu MUhammad bin ‘Abd, Abu Umar, Ustman bin Marzuq , Abu Al-Karam , Majid Al Kurdi , Suwaid Annajari, Ruslan Addimasqi, yangmenundukkan kepalanya di Damaskus seraya berkata kepada para muridnya ‘Allah memiliki mutiara yaitu orang yang minum dari lautanAl Quds dan duduk di permadani ma’rifah serta menyaksikan keMaha Agungan Rububiyah / ketuhanan dan ke Maha Besaran Wahdaniyah (ketunggalan). Sifat (kemanusiaannya) lenyap saat menyaksikan keMaha Besaran Nya Eksistensinya lebur saat menyaksikan ke-WibawaanNya Maka dipakaikannya kepadanya jubah keacuhan (terhadap dunia) dan ditempatkan di puncak tangga Al-Inayah hingga beliau mencapai maqom yang telah ditentukan dan didudukkan di puncak ruh Azaly . Dia berbicara dengan hikmah dari lembaran-lembaran cahaya, bercampur dengan kepekatan rahasiaNya. Hilang kesadarannya ketika berada di Hadirat Allah dan tidak pernah terputus denagn Allah ketika Ia kembali sadar. Berdiri dengan penuh rasa malu, berbicara dengan tawadhu’ mendekatkan diri dengan penuh kerendahan, berbicara dengan kemuliaan , baginya ucapan selamat dan salam terbaik adalah berasal dari Tuhannya. ‘Apakah di dunia ini ada orang yang memiliki ciri seperti itu ?’ tanya seseorang kepada beliau’Ada, dan Syeh Abdul Qodir pemimpin mereka’jawab beliau.
Manakib Baian 12
Bismilahirrohmaanirrohiim
AlhamdulilahiRobbil alamin
Asholatu Wassalamu ‘ala Sayyidil Mursaliin
Sayyidinaa Muhammadin wa ‘ala Aalihi wa Shohbi wa alainaa ma’aHum Amin……
Kami lanjutkan kisah kami, yaitu saat ada yang menannya kepada beliau Syeh Abdul Qodir Al-Jailani RA. ” Kapan engkaumengetahui bahwa dirimu adalah wali Allah” maka beliau menjawab “ Aku berusia 10 tahun ketika meihat para malaikat berjalan di sampingku saat aku berangkat ke sekolah. Dan setibnanya di sanba para malaikat tersebut berkata “Berikan jalan bagi Wali Allah” sampai aku duduk. Pernah suatu hari seseorang lewat di hadapanku dan dia mendengar para malaikat mengatakan hal tersebut . Dia bertanya kepada salah seorang malaikat tersebut “ada apa dengan Anak kecil ini ?” Sang Malaikat berkata “Ini sudah ditakdirkan dari Baitul Asyrof, (rumah paling mulia /’Ars. Beliau bekata “Anak ini kana menjadi orang besar . Dia telah diberi anugerah yang tidak dapat ditolaknya, dibukakan hijabnya, dan telah didekatkan”. “Empat puluh tahun kemudian baru aku mengetahui bahwa orang tersebut adalah salah seorang Abdal pada saat itu.
Sayyidinaa Syeh Abdul Qodir Al-Jailany RA berkata “Janganlah engkau memilih untuk selalu dalam ni’mat Allah. Atau pila janganlah kamu menghindar dari Bala’ atau uyjuan dari Allah. Karena sesungguhnya ni’mat Allah pasti akan sampai kepadamu apabila telah sampai masanya baik engkau usahakan dengan sungguh-sungguh maupu tidak . Demikian juga bala’ atau musaibah akan juga sampai kepadamu meskipun engkau membencinya. Oleh karena itu serahkanlah dirimu kepada Allah atas apa yang dikehendakiNya. Jika datang ni”mat ke padamu, maka bergegaslah bersyukur kepada Allah dan apabila datang kepadamu Bala’ maka bergegaslah dirimu bersabar terhadapnya. Apabila kamu menginginkan di atas itu, maka ridholah kamu atas bala’ itu dan rasakanlah ni’matnya musibah. Ketahuilah sesungguhnya musibah yang menimpa seorang mu’min bukanlah untuk menghancurkan orang Mu’min tersebut akan tetapi untuk memperbaiki keadaan orang mu’min itu. Pada umumnya, apabila hati seseorang menjadi kotor karena melakukan perbuatan dosa, maka Allah akan menurunkan ujian atau musibah kepadanya berupa penyakit, sebagi tebusan atas apa yang ia perbuat, agaar ia pantas duduk berdampingan engan Allah, baik hal itu ia sadari atau tidak…………….
Alfu Sholatin ‘Ala Sayyidil Mursaliin wa Aalihi wa Shohbihi Ajma’iin
Manakib bagiab 11
Bismilahirrohmaanirrohiim
AlhamdulilahiRobbil’Alamiin
Asholatu Wasalamu ‘ala Sayyidil Mursaliin, Sayyidinaa wa Maulanaa Muhammad SAW.
Amma ba’du
Syeh Abu Bakar Attaimi meriwayatkan Bahwa Syeh Abdul Qodir Al Jailani berkata” Baca selebihnya »
Manakib Bagian 10
BIsmilaahirrohmaanirrohiim
Alhamdulilahirrohmaanirrohiim, Asholaatu Wasalaamu ‘ala Sayyidinaa wa Maulanaa Muhammadin. wa ‘alaa Aaalihii washohbihi ajma’iin amma ba’du
Berikut akan kami lanjutkan kisah atau manakib dari Rajanya para Wali yaitu Syeh Abdul Qodir Al-Jailani RA.
Syeh Abu Su’ud meriwayatkan bahwa beliau pernah mendengar Syeh AbdulQodir berkata “Selama 25 tahun aku mendiami padang pasir Iraq, selama itu aku tidak pernah bertemu dengan orang, maupun diketemukan orang. Pada masa itu sekelompok Jin dan Rijal Gaib datang kepadaku dan aku mengajarkan jalan menujun Allah kepada mereka. Nabi Khidir AS menemaniku pada saat akutiba di Iraquntuk pertama kali walaupun aku tidak pernah berjumpa beliau sebelumnya. Baliau mengajukan syarat kepadaku untuk tidak membantahnya dan berkata kepadaku “Duduk di sini” akupun duduk di situ selama tiga tahun dan setiap athun beliau mendatangiku dan berkata “tetap di tempatmu sampai aku datang” Pada masa itu , dunia serta segala kemewahan dan keindahannya menjelma dandatang kepadaku namun Allah melindungiku dari semua itu Kemudian setan mendatangiku dalambentuk yang menakutkan dan memerangiku namun Allah menguatkanku. Allah tampakkan pula nafsuku dalam bentuk yang terkadang tunduk kepada apa yang aku inginkan tapi kadang pula memerangiku dan Allah memenangkan aku atas dirinya. Semua metode mujahadah aku jalani pada masa awal perjalanan spiritualku bertahun tahun lamanya aku menempati pinggiran kota menempa diri. Ada kalanya dalam setahun aku hanya memakan makanan dan tidak minum. Kemudian pada tahun berikutnya aku hanya minum dan tidak makan. Kamudian tahun berikutnya aku tidak makan dan minum serta tidur selama setahun.
Kritik dan saran kirimkan ke Mas_harryy@telkom.net
Punya masalah cari solusinya di www.solusi.wordpress.com
Manakib Bagian 9
Bismilahirrohmaanirrohiim
Alhamdulillahirrobil alamiin, Asholatu ‘ala Sayyidil mursaliin, Sayyidinaa Muhammadin wa ‘ala Aalihi washohbihi wasallim amma ba,du.
Baiklah kita lanjutkan kisahnya.
Syeh Ustman Shoirofy meriwayatkan bahwa Syeh Abdul Qodir bercerita “Siang maupun malam aku tinggal di padang pasir, pada awal tirakatku. Sepanjang masa itu para setan mendatangiku berbaris dengan rupa yang menakutkan, menyandang senjata dan melontarikudengan api. Namun saat itu pulaku mendapatkan keteguhan dalam hatiku yang tak dapat aku ceritakan dan aku mendengar suara dari dalam hatiku yang berkata “Bangkit hai Abdul Qodir” telah kami teguhkan engkau dan kami dukung engkau. dan ketika aku bangkit mereka pun kocar-kacir, kembali ke tempat semula
Setelah itu ada setan lagi datang dan mengancamku dengan berbagai ancaman, akupun bangun dan menamparnya hingga dia lari pontang panting. Kemudian aku baca Laa haula walaa quwwata illa billahil ‘aliyyil ‘adziim, dan terbakarlah ia. Di lain waktu setan mendatangiku dengan rupa seorang yang buruk rupa dan berbau busuk seraya berkata “Aku Iblis datang melayanimu karena ku dan para pengikutku telah putus asa terhadapmu. “Pergi” kataku kepadanya. aku tidak percaya dengan apa yang engkau ucapkan. Saat itu muncul tangan dari langit memukul ubun-ubunnya hngga iblis tersebut terbenam ke dalam bumi.
Ke dua kalinya iblis tersebut mendatangiku dengan membawa sebuah bola api untuk menghancurkan aku. Ketika itu datanglah seorang berjubah dengan mengendarai seekor kuda memberikan sebilah pedang kepadaku. Melihat hal ini si iblis mundur, tidak jadi menyerangku.
Ketiga kalinya aku melihat iblis duduk menjauh dariku sambil menaburkan tanah di kepalanya seraya berkata ” Aku putus asa terhadap dirimu wahai Abdul Qodir” maka aku jawab “Aku tetap curiga terhadapmu”. mendengar jawabanku ini iblis berkata ” ini lebih dahsyat daripada bala”……………..
Kritik dan saran ke Mas_harryy@yahoo.com
ada masalah cari solusinya di www.solusi.wordpress.com
Manakib Syeh Abdul Qodir Al Jailany Bagian 8
Bismilahirrohmanirrohim
Asholatu ‘ala Sayyidil Mursaliin, Sayyidinaa wa Maulanaa Muhammad SAW
Wa ‘ala aalihi Washohbihi Ajma’iin Amiin
Pada Suatu hari Syeh Muhammad bin Qaid bertanya kerpada Syeh Abdul Qodir Al-Jailani RA. ” Apa yang membuatmu meraih derajat setinggi ini di sisi Allah” maka beliau menjawab “kejujuran”. “Tidak pernah sesekali aku berboohong bahkan ketika aku masih menuntut ilmu. kmudian Syeh Abdul Qodir melanjutkan ceritanya. “Ketika tiba hari Arafah, saat aku kecil, aku pergi ke sekitar Baghdad dabn menggembala sapi. Tiba-tiba sapi tersebut menoleh kepadaku dan berkata ” Abdul Qodir bukan untuk ini engkau diciptakan”. masih dalam keadaan terkejut aku pulang ke rumah dan naik ke atap rumah, di sana aku melihat orang-orang yang sedang melaksanakan Wukuf dinpadang arafah. Aku lalu tiurun dan berkata kepada ibuku, “Ibu serahkanlah diriku kepada Allah dan ijinkanlah aku menuntut ilmu di Baghdad.”
Ketika beliau menanyakan apa yang menyebabkan aku mengajukan permintaan tersebut, maka aku ceritakan kisahku tadi dan beliaupun menangis. Kemudain beliau mengambil uang 80 dinar peninggalan ayahku, dan memberikannya kepadaku. Aku tinggalkan 40 dinar untuk adikku, dan ibu menjahitkan uang yang 40 dinar dibalik lengan bajuku. Beliau memintaku berjanji untuk selalu jujur dalam kondisi apapun. Aku menyanggup[i hal tersebut,
Akupun pergi ke Baghdad mengikuti sebuah kafilah kecil, namun setibanya kami di Rabik, daerah selatan Hamdzan, muncul 60 orang perampok yang merampok kafilah tersebut tanpa memperdulikan diriku. Salah seorang perampok tersebut berkata kepadaku, “Hai orang miskin apa yang engkau miliki ?” “40 dinar jawabku” di mana uang tersebut ? tanyanya kembali “dijahitkan dibawah ketiak lengan bajuku”. mengira aku bercanda, maka perampok tersebut pergi dan tidak memperdulikan aku. Kemudian datang perampok lainnya dan menanyakan pertanyaan yang sama, dan akupun menjawabnya dengan jawaban yang sama. Kali ini perampok tersebut melaporkan apa yang ia drngan kepada ketuanya yang sedang membagi-bagi hasil rampokan di sebuah bukit kecil.
Mendengar laporan tersebut kepala perampok berkata “bawa dia kemari”. kepala perampok tersebut menanyakan pertanyaan yang sama kepadaku maka ku jawab dengan jawaban yang sama. Kemudian ia memerintahkan anak buahnya untuk melepaskan bajuku, merobek jahitannya dan mereka menemukan uang tersebut. “Mengapa engkau lakukan ini ?” katanya. maka aku jawab ” Aku telah berjanji epada ibuku untuk tidak berbohong, dan aku tidak ingin mengingkari janjiku pepadanya.” mendengar jawabanku tersebut kepala perampok lalu menangis, dan berkata” Engkau tidak mau menghianati janjimu kepada ibumu, sedang aku hingga saat ini selalu engingkari janji Allah” kepala perampok itupun bertobat ditanganku.
Melihat hal tersebut para pengikutnya berkata ” Engkau adalah ketuta kami dalam hal merampok, sekarang engkau ketua kami dalam hal bertobat”. lalu mereka semua bertobat dan mengembalikan apa yang mereka ambil dari kafilah tersebut merekalah orang-orang yang pertama bertobat di tanganku”
Semoga kita dapat mengambil hikmah dari kisah tersebut Amin…….
pertanyaan/kritik saran klik MAS_HARRYY@TELKOM.NET
ada masalah, cari solusinya di www.solusi.wordpress.com
Manakib Syeh Abdul Qodir Al-Jailany 7
Bismilahirrohmaanirrohiim
Alhamdulillahirobbil ‘Alamin
Washolatu ‘ala Sayyidil Mursaliin Sayyidinaa MUhammad wa ‘alaa aalihi washohbihi Ajma’iin
perkenankanlah kali ini kami sedikit menyampaikan sekilas tentang kelahiran beliau Syeh Abdul Qodir al-Jailany RA.B
Beliau lahir di kota Jiilan, daerah sekitar Tabristaan, berdekatan dengan kota Baghdad Irak. Beliau lahir pada tanggal 1 Romadhon, ada beberapa keanehan yang terjadi berkenaan dengan kelahiran Beliau RA yaitu ketika pada siang hari bulan romadhon, beliau tidak mau meminum air susu dari ibu beliau dengan kata lain beliau sudah melakukan ibadah puasa sejak beliau masih kecil. Dan apabila telah tenggelam matahari, maka baru beliau mau meminum air susu dari ibu beliau.
Demikian hal ini berlangsung setiap hari sehingga para tetangga dan ahli penduduk di sekitarnya mengetahui hal ini. bahkan penduduk di derah tersebut menjadikan beliau yang masih dalam ayunan ibunya tersebut dijadikan sebagai tanda, yaitu apabila beliau pada senja hari sudah mau meminum air susu maka mereka juga baru mau berbuka puasa karena hal ini menjadi tanda kalai matahari telah tenggelam dan telah memasuki waktu magrib.
Manaib Syeh AbdulQodir Al-Jailany 6
BIsmilahirrohmaanirrohiim
Asholatu Wassalamu ‘ala Sayyidil Mursaliin
Sayyidina Wamaulanaa Muhammad, Wa’alaa Aalihi Washohbihi Ajma’iin
Assalamu’alaikum Wr.Wb
Berikut sisi lain dari Manakib Syeh Abdul Qodir Al-Jailany RA,
Diceritakan pada suatu hari Syeh Abdul Qodir Al-Jailany RA sedang memberikan pengajian di Majlis ta’lim yang beliau pimpin. Tiba-tiba ada kotoran berupa tanah atau debu yang jatuh dari atas tempat duduk beliau, dan mengenai baju beliau. Seketika itu pula beliau membersihkannya, atau menepisnya sehingga kotoran itu tidak lagi ada di pakaian beliau.
Selang beberapa lama, jatuh lagi kotoran yang sama, yaitu berupa tanah yang jatuh dari atas tempat duduk beliau, dan mengotori baju beliau lagi. Maka beliaupun membersihkan kotoran itu seperti pada saat yang pertama tadi. Setelah itu beliau melanjutkan pengajian. Tak lama kemudian jatuh lagi kotoran yang ketiga kalinya mengenai pakaian beliau lagi, maka seketika beliau menengok ke atas, maka terlihatlah ada seekor tikus di atas beliau. Ketika beliau melihat ke arah tikus itu, maka terlihatlah tikus itu jatuh dan mati. Kemudian diambilah tikus itu dan beliau tertegun sejenak dan menangislah beliau. Para hadirin pun bertanya mengapa beliau menangis, maka beliaupun berkata, “Aku menangis karena aku khawatir pada suatu saat nanti ada seorang Muslim yang menyakiti hatiku, maka ia akan mendapatkan balasan seperti apa yang dialami oleh tikus ini”.
Demikianlah sekelumit kisah ini semoga menjadikan pelajaran bagi kita bahwa sedah seharusnyalah kita mencintai para Nabi SAW, dan mencintai para Wali kekasih Allah terlebih kepada Sulthonul Auliya Sayyidinaa Syeh AbdulQodir Al-Jailany RA. agar kita selalu mendapatkan limpahan berkahnya…Amin
Kritik dan saran ke Mas_harryy@telkom.net
Solusi masalah Gratis, pengobatan alternatif beberapa penyakit dan beberapa masalah sehari-hari kunjungi www.solusimasalahgratis.wordpress.com , situs ini masih dalam tahap update sedikit demi sedikit.
Wassalamu’alaikum Wr.Wb
-
Terkini
- (Secercah Kado Maulid Nabi SAW)
- Manakib 14
- Manakib Bagian 13
- Manakib Baian 12
- Manakib bagiab 11
- Manakib Bagian 10
- Manakib Bagian 9
- Manakib Syeh Abdul Qodir Al Jailany Bagian 8
- Manakib Syeh Abdul Qodir Al-Jailany 7
- Manaib Syeh AbdulQodir Al-Jailany 6
- Manakib Syeh Abdul Al-Jailany 5
- Manakib Syeh AbdulQodir Al Jailany 4
-
Tautan
-
Arsip
- April 2008 (1)
- Desember 2006 (1)
- November 2006 (1)
- Oktober 2006 (5)
- September 2006 (2)
- Agustus 2006 (6)
-
Kategori
-
RSS
RSS Entri
Komentar RSS